Urbanhire Jobseeker

4 Cara Mengurangi “Turnover” pada Karyawan Baru

5

Apr 2019

Blog

Urbanhire – Karyawan baru merupakan sebuah bibit yang harus dibimbing dan dikembangkan sebaik mungkin agar menjadi salah satu penyokong kesuksesan bagi perusahaan. Akan tetapi, tidak semua tanah baik untuk pertumbuhan sebuah bibit. Begitu pun dengan karyawan baru, tidak semua perusahaan yang baru saja mereka masuki memiliki suasana dan atmosfer yang cocok dengan mereka. Hal ini membuat turnover pada karyawan baru terbilang cukup tinggi. Lalu, bagaimana cara mengurangi turnover yang cukup tinggi ini?

Padahal dalam merekrut karyawan baru tidaklah mudah. Kandidat yang berhasil masuk adalah mereka yang terbaik dari yang terbaik. Untuk itu, perusahaan harus bisa mempertahankan bibit unggul tersebut supaya mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan atmosfer dan culture perusahaan.

Ada beberapa alasan yang biasanya melatarbelakangi karyawan baru meninggalkan perusahaan. Pertama, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan perusahaan pada saat interview. Sebagian lagi karena mereka mendapat atasan yang kurang menyenangkan dan tidak dapat membimbing mereka dengan baik. Alasan lainnya adalah karyawan baru tidak memiliki bekal yang cukup untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hal ini membuat mereka merasa kewalahan atas pekerjaan yang dibebankan padanya. Alasan-alasan ini tentu harus diatasi dengan baik oleh perusahaan. Bagaimana caranya?

Perbaiki bagaimana perusahaan Anda merekrut karyawan baru

Sebelum direkrut sebagai bagian baru dari perusahaan, karyawan baru harus melewati berbagai proses perekrutan yang kebanyakan memang tidak mudah untuk dilewati. Dalam hal ini, perusahaan harus benar-benar menyeleksi setiap aspek dalam perekrutan supaya benar-benar menyaring kandidat yang siap bekerja di perusahaan Anda. Misalnya, dalam interview akan lebih baik membeberkan secara detail tentang deskripsi pekerjaan, jam kerja sampai gaji.

Kandidat yang pernah berpengalaman di bidang yang sama pun bisa lebih dipertimbangkan. Sebab biasanya mereka sudah tahu bagaimana pekerjaan dan suasana saat bekerja. Akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan untuk merekrut fresh graduate.

Lakukan orientasi pada karyawan baru

Orientasi pada karyawan baru diperlukan supaya mereka mendapatkan pengetahuan tentang tempat kerja barunya. Perusahaan harus bisa membuat karyawan baru nyaman di hari pertamanya. Bantu mereka saat mengalami kesulitan dan jelaskan secara baik apa saja tugas mereka di posisi tersebut. Setiap perusahaan tentu memiliki aturan tersendiri, sehingga mereka yang sudah berpengalaman sebelumnya pun tetap memerlukan waktu penyesuaian.

Sebagai atasan yang baik, Anda pun bisa bertemu dengan mereka. Tidak perlu tiap hari, tiap minggu ataupun tiap bulan sudah cukup untuk menunjukkan kepedulian Anda pada karyawan baru. Hal ini akan berdampak baik karena karyawan baru merasa dianggap keberadaannya oleh Anda sebagai atasan atau pimpinan.

Lakukanlah koordinasi yang baik dengan Manajer Perekrutan

Untuk mengurangi turnover karyawan baru, harus ada kolaborasi yang baik antara HR dan Manajer Perekrutan. Perusahaan harus bisa memberikan tugas yang cukup penting untuk karyawan baru. Berikan juga tantangan-tantangan yang membuat karyawan baru merasa tertarik untuk lebih mengembangkan dirinya di perusahaan. Hal ini pun memberikan kesempatan lebih luas untuk karyawan baru menonjolkan kemampuan yang dimilikinya. Jangan lupa, berikan arahan yang baik supaya karyawan baru dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan membuat mereka lebih percaya diri lagi.

Bahkan bukan waktu yang buruk juga jika Anda mendiskusikan masalah karir dengan karyawan baru. Tanyakan pada karyawan baru, dimana mereka ingin melihat diri mereka sendiri beberapa bulan yang akan datang. Cara ini akan dipandang sangat positif oleh karyawan baru, karena artinya Anda memperhatikan karir mereka.

Bangunlah lingkungan kerja yang sehat

Lingkungan kerja yang sehat akan sejalan dengan hasil kerja yang sempurna. Anda harus memastikan karyawan memiliki alasan untuk tetap tinggal di tempat kerja tanpa paksaan. Pastikan budaya yang ada di perusahaan ramah untuk setiap karyawan di tiap posisi. Budaya tersebut pun harus ramah pada karyawan baru. Hindari politik kantor ataupun persaingan yang tidak sehat. Jika ada hal seperti itu di perusahaan Anda, maka akan memberikan kesan negatif pada karyawan baru.

Tidak hanya Anda, para manajer di perusahaan Anda pun harus terus menerus mendapatkan pelatihan supaya mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Manajer bukan hanya soal memarahi bawahan saja, tapi juga harus bisa membimbing bawahannya ke arah yang lebih baik.

Jangan hanya perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari karyawan, sebaliknya karyawan pun harus mendapatkan suatu hal yang membuat mereka lebih semangat dalam bekerja. Misalnya, Anda bisa memberikan mereka bonus.

Kenapa turnover karyawan baru ini harus diperhatikan?

Memperhatikan alasan kenapa turnover karyawan baru adalah hal yang penting. Sebab, hal tersebut dapat berpengaruh cukup negatif pada perusahaan Anda.

Reputasi perusahaan cukup terancam bila turnover karyawan baru di perusahaan tinggi. Pasti ada alasan yang kuat kenapa karyawan baru cepat meninggalkan perusahaan. Bila karyawan baru yang sudah meninggalkan perusahaan tersebut tutup mulut, itu tidak masalah. Namun bila mereka membagikan pengalaman ‘buruk’ mereka di perusahaan Anda melalui media sosial, tentu merupakan hal yang gawat. Jika sudah begini, cerita mantan karyawan baru tersebut mungkin akan berpengaruh pada mereka yang tadinya ingin melamar ke perusahaan Anda. Bukankah sungguh memprihatinkan dampaknya?

Dalam sisi keuangan pun cukup berpengaruh. Anda tentu tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah perekrutan karyawan baru. Jika perusahaan terus menerus kehilangan karyawan baru, maka pengeluaran perusahaan Anda bisa membengkak.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tidak mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, meski mereka sudah berpengalaman di dunia kerja. Hal ini membuat kerjasama tim yang baik terkadang ditentukan pada seberapa lama mereka mengenal satu sama lain. Bila turnover karyawan tidak dapat diatasi, maka akan sangat sulit membentuk tim yang kompak.

Urbanhire merupakan End-to-End Recruitment Solutions yang dapat digunakan perusahaan Anda ketika mendapati keadaan turnover yang tinggi. Melalui fitur-fitur Urbanhire, proses rekrutmen di perusahaan Anda akan jauh lebih mudah dan cepat.