5 Cara Jitu untuk Retensi Karyawan

| employer-resources people-developments

by Urbanhire

Urbanhire – Retensi karyawan atau Employee retention merupakan salah satu hal yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaik yang dimilikinya. Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan dapat mempertahankan karyawan yang memiliki potensi tinggi agar tetap loyal terhadap perusahaan dan pekerjaan yang dijalaninya.

Retensi karyawan ini harus dilakukan secara tepat dan berkelanjutan agar kinerja karyawan menjadi semakin meningkat dari waktu ke waktu. Selain itu, retensi karyawan juga dapat mengurangi angka employee turnover. Jika sebuah perusahaan gagal dalam menerapkan program yang satu ini, maka kinerja karyawan bisa saja menurun dan tentu menyebabkan dampak yang buruk pada produktivitas perusahaan. Manajemen dari perusahaan tersebut akan dianggap buruk dan belum matang dalam hal sumber daya manusianya. Oleh sebab itu, berikut ini beberapa cara jitu untuk retensi karyawan yang bisa Anda coba terapkan di perusahaan.

Beban Pekerjaan dan Gaji Harus Seimbang

Sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini menunjukkan bahwa 45% karyawan yang meninggalkan perusahaan tempat kerja mereka disebabkan karena masalah gaji. Alasan ini juga diikuti dengan peluang peningkatan karir serta tunjangan dan lokasi yang lebih baik.

Apakah harus selalu tentang uang?

Menurut beberapa survei terbaru mengenai retensi karyawan, hanya 24% dari seluruh karyawan Generasi X yang mengatakan bahwa stabilitas keuangan mampu memotivasi mereka untuk tetap bekerja. Akan tetapi, 56% lainnya mengatakan bahwa masalah perawatan kesehatan dan asuransi membuat mereka tetap bertahan dalam pekerjaannya. Dari survei ini Anda akan tahu bahwa manfaat yang sebenarnya merupakan apa yang paling bermanfaat bagi karyawan. Mengenai masalah uang, apa yang Anda tawarkan kepada karyawan haruslah sebanding dengan pekerjaan dan bisnis lain yang ada di industri yang sama dengan Anda.

Setelah mengetahui statistik tersebut, Anda akan dimaafkan apabila Anda berpikir bahwa perbaikan yang paling mudah untuk masalah retensi karyawan ini adalah menawarkan lebih banyak uang dan tunjangan kepada karyawan. Seperti yang kita ketahui bahwa gaji yang besar dan tunjangan yang cukup merupakan hal yang diperlukan oleh semua karyawan.

Akan tetapi, melihat hal ini sebagai satu-satunya jalan juga merupakan hal yang kurang baik dan justru akan membuat bisnis Anda mengeluarkan lebih banyak biaya dari kemampuan Anda sendiri sebagai pemiliknya. Gaji dan tunjangan merupakan salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan, namun masih ada beberapa metode lain yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan karyawan daripada memberikan gaji dan tunjangan yang besar.

Rekrut Karyawan yang Tepat di Awal

Sebuah survei menemukan bahwa 35% perusahaan melakukan perekrutan karyawan baru dengan harapan bahwa akan ada banyak karyawan lama yang berhenti di tahun yang akan datang. Ini merupakan suatu hal yang tidak pantas, di mana mereka melakukan perekrutan dengan berharap bahwa karyawan lain akan meninggalkan perusahaan.

Jika Anda merekrut orang-orang yang gampang menyerah, maka jangan kaget jika mereka memilih untuk berhenti. Jika Anda merekrut seseorang yang tidak cocok untuk bisnis Anda, maka jangan kaget jika mereka juga memutuskan untuk berhenti dari perusahan.

Beberapa manajer perekrutan dari perusahaan yang berbeda mengatakan bahwa karyawan baru akan bertahan lebih lama jika mereka mendapatkan lebih banyak informasi selama proses perekrutan. Pengalaman orientasi yang buruk bagi karyawan baru akan membuat mereka beranggapan negatif dalam pekerjaan baru yang mereka dapatkan.

Pastikan agar Anda lebih jujur dengan apa yang Anda harapkan dari perekrutan karyawan baru. Jangan menyembunyikan atau menutupi aspek pekerjaan untuk mengecewakan seseorang. Transparansi merupakan salah satu kunci dalam menemukan karyawan yang tepat bagi perusahaan. Jika Anda membutuhkan bantuan dalam proses perekrutan, cobalah gunakan perangkat lunak perekrutan untuk mempermudah pekerjaan Anda.

Miliki Pemimpin, Bukan Bos

Hanya sedikit orang yang ingin menjadi pemimpin, tetapi semua orang ingin menjadi bos. Ingatlah bahwa bagaimanapun juga orang-orang akan lebih mengikuti pemimpinnya, sementara mereka akan meninggalkan bosnya. Dalam sebuah industri ada lebih banyak bos dibandingkan dengan pemimpin.

Apakan Anda ingin mempertahankan karyawan Anda?

Anda harus mengetahui lima karakteristik pemimpin yang baik, sebab mereka akan berperan secara langsung dalam keterlibatan karyawan serta retensi karyawan yang berikutnya. Berikut ini ke lima karakteristik pemimpin yang baik tersebut.

  • Arah yang jelas menuju masa depan

Seorang pemimpin yang baik akan memberi tahu karyawannya ke mana arah yang harus dituju oleh perusahaan. Sementara itu, seorang bos tidak akan pernah membagikan informasi seperti itu dan membuat karyawannya bertanya-tanya tentang apa yang perlu mereka lakukan.

  • Mampu menghadapi tangangan

Seorang pemimpin akan mampu menghadapi berbagai tantangan yang datang daripada membuat karyawannya secara sengaja atau tidak sengaja mengalami stres karena tantangan tersebut.

  • Memiliki keinginan yang tulus untuk memberikan yang terbaik

Pemimpin yang baik akan selalu menawarkan produk, layanan, dan pengalaman yang terbaik bagi para karyawan atau pelanggannya. Sementara itu, seorang bos cenderung berada di belakang kurva yang justru saling berebut untuk memenuhi batas minimum.

  • Memiliki kepercayaan akan pentingnya seseorang

Pemimpin yang baik akan selalu menganggap karyawan sebagai aset terpenting bagi perusahaan. Sementara itu, seorang bos hanya akan fokus pada angka yang didapatkannya.

  • Menginspirasi karyawannya

Seorang pemimpin yang baik akan selalu membuat karyawannya merasa yakin akan kemampuan mereka dan memimpin mereka pada tujuan yang baik. Sementara itu, seorang bos cenderung menginspirasi dengan secara pasif-agresif ketika karyawannya mempertanyakan keputusan yang telah dibuat yang justru mempengaruhi mereka secara negatif.

  • Jadilah sebuah brand yang membuat mereka bangga

Saat ini merupakan zaman aktivisme, di mana generasi yang akan datang ingin setiap aspek kehidupannya menjadi bagian dari solusi daripada masalah. Oleh karena itu, buatlah bisnis Anda dikenal karena hal-hal yang positif. Carilah cara yang tepat agar bisnis Anda mampu memenuhi reputasi tersebut. Dengan begitu, karyawan yang bekerja di perusahaan Anda pun akan lebih bersemangat dan peduli tentang dampak kehidupan mereka.

Sebagai seorang pemimpin perusahaan, Anda harus ingat bahwa karyawan bukanlah robot otomatis yang hanya ikut-ikutan untuk menerima gaji. Mereka juga peduli di mana mereka bekerja, bagaimana mereka bekerja, dan dengan siapa mereka bekerja. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, maka Anda bisa mempertahankan karyawan Anda.

Apabila Anda sedang membutuhkan kandidat baru sebagai pengganti dari karyawan yang berhenti kerja, Anda bisa gunakan Urbanhire sebagai Recruitment Plaform. Dengan fitur Urbanhire, Anda dapat dengan mudah menemukan kandidat yang sesuai untuk lowongan yang Anda cari.