Urbanhire Jobseeker

5 Faktor Utama Untuk Merekrut Gen Z

24

Feb 2020

Urbanhire – Tahun 2020 mungkin menjadi tahunnya Gen Z. Alasannya adalah mayoritas Gen Z ini menjadi salah satu penyumbang terbanyak dalam angkatan kerja. Dan Gen Z ini merupakan generasi digital murni karena lahir ketika teknologi digital sudah berkembang dan mereka mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi. Meskipun generasi ini benar-benar menghadirkan kepekaan dan kecakapan dalam teknologi digital, Anda tidak perlu mengubah budaya kerja atau employer brand Anda hanya untuk mereka. Fokuslah pada lima faktor ini untuk merekrut mereka

Brand and Culture

Anda perlu menyatukan employer branding perusahaan Anda dengan budaya perusahaan Anda. Dengan menyatukan kedua hal tersebut akan membuat Gen Z tertarik dengan perusahaan Anda. Alasannya adalah mereka sangat tertarik dengan cerita tentang perusahaan Anda dan ekspektasi yang Anda ceritakan akan sama dengan kenyataannya. Biasanya jika tidak sesuai dengan ekspektasi, mereka tidak akan bertahan lama di perusahaan Anda.

Kesempatan Belajar & Tumbuh

Gen Z sangatlah memperhatikan tentang jenjang karir. Menawarkan peluang untuk tumbuh berkembang dan pelatihan profesional sangatlah dianjurkan karena penawaran ini sangat menarik perhatian mereka. Selain itu mereka sangat tertarik untuk belajar atau mendapatkan pelatihan di tempat kerja daripada belajar atau mendapatkan pelatihan di luar tempat kerja.

Memiliki Makna & Berkelompok

Gen Z merupakan generasi yang aktif secara sosial dan mereka mementingkan makna dari pekerjaan mereka. Dengan bekerja yang menghasilkan atau memiliki dampak sosial akan memberikan sebuah kebanggaan bagi mereka. Dapat memberikan rasa bangga kepada karyawan Anda akan berdampak baik terhadap employer branding perusahaan Anda. Selain itu pekerjaan yang berdampak sosial ini akan membantu Anda dalam menciptakan kebersamaan antar kelompok sehingga jarak antar karyawan yang berbeda usia akan semakin mengecil.

Berikan Tanggapan & Jalin Komunikasi

Kandidat atau karyawan Gen Z sangat terbiasa dan nyaman dengan kecepatan dalam berkomunikasi melalui teknologi. Mereka juga sadar bahwa efek negatif dari ketergantungan berkomunikasi melalui teknologi akan mengurangi keterampilan interpersonal mereka. Untuk itu Anda harus sering mengajak atau membuat sesi dimana Anda dan setiap karyawan dapat memberikan tanggapan atau feedback kepada masing-masing karyawan. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini akan membuat karyawan Anda tetap berada di jalur yang tepat karena mendapat tanggapan.

Fleksibilitas

Gen Z sangat peduli dengan fleksibilitas, mereka lebih tertarik dengan perusahaan yang memberikan keleluasaan ketika bekerja. Mereka menyesuaikan pekerjaan mereka agar sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka dan mereka dapat dengan baik menggunakan teknologi untuk bekerja secara fleksibel. Selain itu, keuntungan dalam menerapkan fleksibilitas adalah Anda dapat merekrut kandidat yang lokasinya jauh dari Anda dan mempekerjakan karyawan paruh waktu.

Sebelum merekrut Gen Z, Anda sebaiknya memahami terlebih dahulu tentang culture fit dan culture add. Di dalam artikel “Merekrut untuk Culture Fit atau Culture Add?” Anda akan mengetahui secara detail tentang dua hal tersebut. Tidak lupa kami sarankan Anda untuk menggunakan Urbanhire, platform perekrutan yang mengembangkan Applicant Tracking system (ATS) yang memiliki fitur Pre-Assessment Questions untuk menemukan kandidat yang sesuai kualifikasi Anda.