Urbanhire Jobseeker

8 Cara untuk Melacak Karyawan yang Berkinerja Rendah

27

Mar 2019

Blog

Urbanhire – Ketika Anda merekrut seorang karyawan, Anda pasti memiliki harapan tertentu. Anda akan berharap agar karyawan yang Anda rekrut dapat menambah nilai plus untuk perusahaan yang Anda bangun. Untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam bisnis apapun adalah dengan melihat karyawan yang berkinerja rendah.

Akan tetapi, terkadang karyawan tidak melakukan pekerjaannya seperti apa yang Anda harapkan. Seorang karyawan yang memiliki kinerja buruk, sangatlah tidak baik bagi kelangsungan bisnis perusahaan. Namun dengan cara yang efektif, Anda bisa membuat mereka bekerja dengan lebih baik dan efisien lagi.

Para manajer riset biasanya menghabiskan 26% jam kerja mereka untuk melatih karyawan yang memiliki kinerja buruk. Perekrutan yang dilakukan secara asal atau staf yang tidak efisien akan membuat perusahaan tidak akan berjalan dengan baik dalam bisnisnya.

Sebuah studi yang dilakukan menunjukkan bahwa 44% dari pertumbuhan perusahaan dipengaruhi oleh staf yang tidak kompeten. Untuk itu, Anda bisa melakukan pemeriksaan dengan menggunakan berbagai cara untuk melacak karyawan yang berkinerja rendah. Dengan begitu, Anda akan memahami alasan mengapa perusahaan Anda tidak dapat mencapai tujuan akhir yang Anda targetkan. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melacak karyawan yang berkinerja rendah.

Target dan Tujuan Tidak Pernah Tercapai

Pada setiap departemen, baik itu pemasaran, penjualan atau bahkan keuangan ada beberapa tujuan dan tugas yang telah ditentukan sebelumnya. Bahkan, target untuk seluruh departemen pun telah ditetapkan oleh pihak perusahaan. Selain target dalam departemen, ada pula target individu yang harus dicapai oleh setiap karyawan. Bagi mereka yang berkinerja rendah atau sering kali malas-malasan, hal ini bisa menjadi sebuah pertanda yang tidak baik. Melacak tenggat waktu dan keterlambatan karyawan dalam menyerahkan pekerjaan mereka akan membantu manajemen untuk memahami efisiensi karyawan tersebut.

Check-In

Dalam hal ini, check-in bukan berarti jumlah jam yang mereka habiskan di tempat kerja. Akan tetapi, lebih kepada jumlah jam yang mereka habiskan pada media sosialnya masing-masing. Anda bisa membandingkan penggunaan media sosial mereka setiap hari selama jam kerja. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa karyawan akan terganggu oleh media sosial mereka setiap 10,5 menit sekali. Selain itu, dibutuhkan sekitar 23 menit penuh bagi mereka untuk kembali bekerja setelah membuka media sosialnya. Jadi, penggunaan media sosial selama jam kerja merupakan salah satu hal yang sangat tidak dianjurkan.

Akuntabilitas

Terkadang, karyawan yang berkinerja rendah didorong oleh faktor perasaan mereka yang merasa tidak cukup dihargai selama bekerja. Mereka cenderung menjadi lebih malas dan bahkan berhenti menghargai pekerjaan mereka sendiri. Anda bisa membuat mereka bertanggung jawab atas suatu proyek untuk melihat kualitas dari kepemimpinan mereka. Akuntabilitas merupakan salah satu cara terbaik untuk menguji apakah seseorang dapat bekerja dengan baik atau tidak. Jika Anda merasa ragu akan kinerja seorang karyawan, maka Anda bisa memberikan tugas kepada karyawan tersebut dengan independensi dan akuntabilitas penuh.

Pengerjaan Tugas yang Tidak Efisien

Sekarang ini bahkan jika pekerjaan yang diberikan dapat diselesaikan tepat waktu, ada kemungkinan bahwa itu merupakan pekerjaan yang buruk. Jika suatu pekerjaan yang diberikan tidak dikerjakan dengan baik dan efektif, maka itu sama halnya seperti tidak ada pekerjaan sama sekali. Tugas yang tidak dikerjakan secara efisien merupakan salah satu bukti yang besar bahwa karyawan tersebut memiliki kinerja yang rendah. Untuk itu, Anda harus terus memeriksa kinerja karyawan. Pastikan agar mereka memberikan tanda-tanda ke arah yang lebih baik. Sebab kualitas pekerjaan tidak boleh memburuk dari waktu ke waktu, terutama setelah menjalani pelatihan.

Sering Absen

Ketidakhadiran di tempat kerja merupakan salah satu hal yang tidak baik. Jika seorang karyawan tidak hadir secara terus-menerus karena berbagai macam alasan, maka sebenarnya mereka tidak memiliki motivasi atau bahkan keinginan untuk bekerja sama sekali. Sebuah perusahaan dengan tingkat absensi karyawan yang tinggi tidak akan pernah bisa mencapai visi dan misinya dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Jadi untuk memeriksa baik buruknya kinerja karyawan, Anda bisa melihat kehadiran mereka dan jumlah jam khusus di tempat kerjanya.

Tidak Mempedulikan Kebijakan Perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh semua karyawan yang bekerja di sana. Jika mereka tidak bekerja sesuai dengan kebijakan perusahaan dan terus-menerus melakukan hal yang buruk, maka mereka memiliki kinerja yang sangat rendah. Mengabaikan tujuan dan kebijakan perusahaan bukan merupakan suatu hal yang akan dilakukan oleh karyawan yang ideal. Untuk itu, Anda bisa memeriksa apakah karyawan merasa cukup optimis dengan visi, misi dan pernyataannya mengenai tujuan dan kebijakan perusahaan Anda.

Prioritas yang Salah

Jika seorang karyawan di berikan beberapa tugas, maka mereka harus mampu menyusun prioritasnya. Jika dia tidak dapat memindai dan menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik, maka itu artinya mereka tidak bekerja dengan rasionalitas yang penuh. Karyawan harus mampu meneliti setiap peluang yang diberikan kepadanya dan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Jika mereka tidak dapat memprioritaskan pekerjaan yang harus cepat diselesaikan, maka itu berarti mereka memiliki kinerja yang rendah dan membutuhkan pelatihan. Kekacauan yang terjadi di tempat kerja dan kurangnya kejelasan dengan tugas yang diberikan dapat menyebabkan masalah yang besar bagi perusahaan.

Perbaikan dan Kesalahan yang Terjadi Terus-Menerus

Jika seorang karyawan membutuhkan perbaikan secara terus-menerus, maka Anda bisa memastikan bahwa mereka memiliki kinerja yang buruk. Perbaikan merupakan hal yang biasa, sebab tidak ada orang yang sempurna. Akan tetapi, perbaikan dan kesalahan yang terjadi terus-menerus bukanlah sebuah pertanda yang baik bagi seorang karyawan. Efisiensi dan efektivitas tetap harus dijaga dalam setiap pekerjaan yang dibebankan.

Urbanhire adalah perusahaan lokal pertama di Indonesia yang mem-build ATS (Applicant Tracking System) nya sendiri. Dengan menggunakan jasa dari Urbanhire, proses perekrutan karyawan akan sangat terbantu dan menjadi lebih efisien.