Urbanhire Jobseeker

Alasan Pencari Kerja Tiba-Tiba Menghilang/“Ghosting”

22

Nov 2019

Urbanhire – Hal yang sangat dihindari dan ditakuti oleh para perekrut adalah kandidat yang tiba-tiba menghilang atau “ghosting”. Dan yang sering dilakukan oleh kandidat yang dibenci oleh perekrut adalah kandidat yang menghindari interview dan setelah interview menghilang tanpa alasan. Isu tersebut menjadi masalah yang besar saat ini. Istilah “ghosting” berasal dari bahasa kencan yang mana salah satu pihak tiba-tiba menghilang tanpa ada kabar. Istilah “ghosting” dalam dunia kencan ini muncul karena efek dari teknologi. Lalu apakah “ghosting” dalam dunia perekrutan merupakan dampak dari teknologi?

Sebenarnya “Ghosting” adalah hal baru, tetapi para rekruter sudah mengalaminya

“Ghosting” sendiri muncul atau menjadi tren beberapa tahun dari sekarang dan sudah banyak rekruter yang mendapatkan pengalaman mendapatkan kandidat yang tiba-tiba menghilang. Lalu apakah fenomena ini sebuah wabah dan apakah semua orang melakukannya? Ternyata hanya sedikit yang melakukan hal ini. Berikut hal yang sering kandidat lakukan saat menghilang dari rekruter

  • Tidak datang ke sesi interview karena jadwal yang tidak sesuai
  • Tidak membalas email dari rekruter
  • Menerima tawaran kerja tetapi hari pertama tidak datang
  • Menerima tawaran kerja melalui lisan tetapi tidak menandatangani berkas/kontrak

Para kandidat merasa bahwa mereka tidak melakukan hal tersebut di dalam stages perekrutan. Mereka merasa hal di atas tidak termasuk dalam proses perekrutan. Namun bagi rekruter, mereka merasa bahwa para kandidat melakukan “ghosting” hampir melakukan di setiap stages

Para kandidat memiliki banyak alasan melakukannya, meski tahu kerugiannya

Melihat fenomena ini jika dilihat dari kacamata orang awam sangatlah aneh. Ketika para kandidat repot-repot mengikuti semua rangkaian proses rekrutmen hanya untuk tiba-tiba menghilang.

Banyak faktor yang dijadikan alasan oleh para kandidat ketika mereka menghilang misalnya tiba-tiba merasa pekerjaan tidak cocok, mendapat tawaran dari perusahaan lain, bahkan gaji dan tunjangan yang tidak sesuai standar mereka

Selain itu para kandidat yang “ghosting” atau menghilang secara tiba-tiba ini sulit untuk mengutarakan perubahan hati mereka, masalah komunikasi atau kesalah pahaman dengan rekruter dan tidak tahu harus berbuat apa dan akhirnya mereka menghilang.

Membangun kepercayaan dan transparansi dengan kandidat sangatlah penting dan dua hal tersebut berpengaruh dengan reputasi dan pengalaman kandidat selama perekrutan. Beberapa kandidat juga merasakan bahwa mereka merasa tertipu dan yang lainnya mendapatkan sikap dan perilaku yang kurang sopan dari rekruter.

Para pelaku “ghosting” ini sebenarnya merasa malu dan tidak profesional yang memiliki efek mereka tidak akan melamar di tempat yang sama. Alasannya adalah mereka beranggapan masa depan mereka jika kembali ke perusahaan tersebut tidak akan cemerlang.

Alasan kandidat menghilang/“ghosting” berdasarkan generasi

Generasi yang paling banyak menghilang adalah generasi milenial dan generasi Z. Tetapi generasi X juga melakukannya. Generasi milenial dan z beralasan mereka tiba-tiba menghilang karena proses perekrutan terlalu lama dan perusahaan kurang transparan. Dari fakta tersebut Anda sebagai rekruter harus menentukan strategi yang tepat untuk proses rekrutmen Anda.Sebagai praktisi HR, alangkah baiknya Anda untuk memperhatikan employer branding perusahaan Anda. Dalam artikel “Cara HR Membangun Employer Branding untuk Menarik dan Mempertahankan Kandidat Terbaik” Anda akan mendapatkan detail untuk membangun dan mempertahankan kandidat terbaik Anda.

Selain itu, Urbanhire sebagai platform perekrutan Applicant Tracking System (ATS) yang memiliki fitur career site yang dapat Anda desain sesuai dengan identitas perusahaan Anda.