Urbanhire Jobseeker

Bagaimana Melakukan Exit Interview Yang Baik

9

Dec 2019

Urbanhire – Masih sedikitnya praktisi HR yang memfokuskan kepada exit interview atau biasa disebut wawancara sebelum karyawan yang mengajukan pengunduran diri. Mereka lebih banyak dipersiapkan untuk menarik kandidat daripada mencari wawasan lebih dalam dari seseorang yang akan mengundurkan diri. Jika Anda tidak melakukan exit interview ini Anda akan menghilangkan kesempatan untuk menentukan kandidat yang tepat kedepannya. Karena dengan mengetahui pengalaman karyawan tersebut selama bekerja Anda dapat menentukan karyawan seperti apa yang cocok untuk posisi yang ditinggalkan tersebut. Ada beberapa langkah yang bisa Anda contoh untuk melakukan exit interview yang baik.

Jelaskan Tujuannya

Pada umumnya, karyawan yang ingin mengundurkan diri merasa jika exit interview sebatas formalitas dan banyak pula yang tidak menghadirinya. Ini adalah fakta yang memang sedikit menyulitkan untuk Anda. Melihat kondisi tersebut sebaiknya Anda langsung mengatakan tujuan dari wawancara tersebut.

Yakinkan karyawan yang ingin mengundurkan diri bahwa Anda ingin mengetahui dan memahami lebih dalam alasan atau motivasi mereka mengundurkan diri. Beri penekanan kepada karyawan tersebut bahwa Anda ingin membuat perubahan positif berdasarkan tanggapannya selama bekerja. Dengan Anda menjelaskan tujuan Anda, karyawan yang mengundurkan diri akan sukarela datang dan berbagi informasi kepada Anda.

Manfaatkan Waktu Untuk Keuntungan Anda

Banyak perusahaan pada umumnya melakukan exit interview ketika waktu kerja karyawan yang mengundurkan diri tinggal seminggu. Waktu tersebut sangat tidak disarankan untuk melakukan wawancara, alasannya adalah karyawan sudah tidak memiliki ikatan terhadap perusahaan dan pikiran mereka sudah tertuju kepada perusahaan baru tempat mereka akan bekerja. Waktu yang tepat adalah ketika karyawan akan mengajukan pengunduran diri. Karyawan yang sedang mengajukan pengunduran diri biasanya masih memiliki ikatan emosi dan cenderung akan mau bercerita tentang pengalaman mereka selama bekerja. Selain itu, waktu yang menguntungkan untuk exit interview adalah ketika karyawan sudah keluar dari perusahaan. Dengan status bukan sebagai karyawan di perusahaan Anda, mereka akan bercerita secara jujur kepada Anda.

Pilih Orang Yang Tepat

Ada istilah bahwa karyawan tidak keluar dari pekerjaanya tetapi mereka keluar karena manajernya. Istilah ini memang terjadi di dunia kerja. Untuk itu Anda disarankan tidak menunjuk manajer atau atasan karyawan untuk melakukan exit interview. Anda harus dapat memilih orang yang tepat untuk melakukannya. Jika Anda tetap memilih atasan yang langsung membawahi karyawan tersebut, dikhawatirkan, karyawan tersebut akan tertutup dan tidak memberikan jawaban yang sebenarnya. Pilihlah dari HR yang sosoknya dekat dengan karyawan, itu sangat membantu Anda untuk mendapatkan jawaban dan informasi yang lebih jujur.

Bertanya Dengan Pertanyaan Yang Tepat

Exit interview sarat akan emosi, Anda perlu mengesampingkan emosi Anda bila melakukan wawancara tersebut demi mendapatkan data yang akurat dari informasi atau cerita karyawan Anda yang akan mengundurkan diri. Anda dapat memberikan pertanyaan tentang alasan kenapa mengundurkan diri, peran karyawan saat di kantor, dan saran untuk perubahan. Dari tiga hal tersebut bisa Anda kembangkan menjadi beberapa pertanyaan yang mendetail.

Pengunduran diri dari seorang karyawan, terutama karyawan yang berkualitas memang tidak bisa dihindari oleh perusahaan di manapun. Namun peluang tersebut dapat diperkecil dengan strategi retensi karyawan yang Anda rancang. Ada lima langkah jitu untuk meretensi karyawan-karyawan Anda. Lima langkah tersebut bisa Anda lihat dalam “5 Cara Jitu untuk Retensi Karyawan

Ketika Anda sudah tidak dapat menahan karyawan Anda untuk mengundurkan diri, Anda dapat menggunakan Urbanhire sebagai platform perekrutan yang menggunakan Applicant Tracking System (ATS). Dengan memanfaatkan job distribution Urbanhire, dengan total lebih dari dua puluh job portal dan universitas-universitas ternama di Indonesia akan membuat Anda lebih cepat mendapatkan kandidat dan mengisi kekosongan posisi di perusahaan Anda.