Urbanhire Jobseeker

Kesalahan Merekrut Yang Harus Dihindari SME

21

Oct 2019

Urbanhire – Ketika melakukan perekrutan dan mendapatkan kandidat yang bagus lalu tiba-tiba kandidat tersebut resign dalam hitungan hari atau bulan, ini merupakan kesalahan merekrut yang sering terjadi. Saat melakukan proses perekrutan, ada sederet tahapan panjang untuk mendapatkan kandidat yang tepat. Jika hanya asal terima dan hanya mengejar deadline agar posisi yang dibutuhkan tidak kosong akan memberikan dampak negatif. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari oleh pelaku SME.

Tidak Menjelaskan Job Desc Dengan Tegas

Kesalahan merekrut cukup fatal yang masih terjadi adalah kurang jelasnya memberikan job desc dalam lowongan tersebut. Jangan hanya menulis menjadi staff atau bagian dalam satu bidang, ini akan menimbulkan kerancuan. Jika hanya menuliskan posisi saja dan tidak mendetail akan menjadi rancu karena pada umumnya posisi yang sama akan berbeda job desc nya di setiap perusahaan. Jika ada kandidat yang diterima dan beranggapan job descnya akan sama di pekerjaan sebelumnya tapi kenyataannya berbeda sekali akan membuat kandidat kaget dan menjadi stress yang berujung turnover

Mencakup Kandidat Karyawan Terlalu Luas

Saat mengumumkan persyaratan pada umumnya akan mencantumkan persyaratan khusus untuk posisi yang sedang dibuka, misalnya lowongan tersebut hanya untuk lulusan S1 Ekonomi, sehingga lowongan tersebut akan mengerucutkan kandidat. Namun beda cerita bila lowongan tersebut tidak Anda tuliskan persayartan khusus seperti harus S1 Ekonomi. Akan banyak kandidat dengan latar belakang selain ekonomi yang akan mendaftar, hal ini akan menyulitkan Anda sendiri untuk memilihnya. Pada akhirnya kandidat-kandidat tersebut hanya akan Anda coret dari list pendaftar karena tidak sesuai. Alangkah baiknya Anda dari awal menuliskan syarat secara spesifik agar Anda mendapatkan kandidat yang tepat karena hal tersebut akan mengurangi kesalahan merekrut dan bisa mendapatkan karyawan loyal.

Tidak Mempersiapkan Sesi Wawancara Dengan Baik

Kesalahan merekrut karyawan yang fatal selanjutnya adalah tidak mempersiapkan sesi wawancara dengan baik. Tanpa menyiapkan wawancara dengan baik pada akhirnya anya akan meloloskan kandidat kurang berkualitas dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan perusahaan Anda. Hal kecil memang, namun nantinya akan berdampak besar dan bisa jadi posisi tersebut tetap kosong karena tidak ada pegawai yang cocok untuk mengisinya.

Ada baiknya Anda membuat persiapan dengan meeting kecil dengan tim perekrutan Anda, hal-hal apa saja yang perlu dijadikan perhatian saat melakukan wawancara. Selain itu, buat pertanyaan pokok yang harus diajukan, selain harus menggali lebih dalam kemampuan kandidat.

Berbicara Tanpa Mendengarkan

Harusnya saat terjadi wawancara atau sesi interview, pihak perusahaan disarankan lebih banyak mendengar. Inilah yang menjadi kesalahan merekrut karyawan, dimana Anda sebagai perekrut tidak menyimak kandidat yang terkadang dapat melewatkan kemampuan kandidat saat menjelaskan kemampuan mereka. Biarkan setiap kandidat berbicara dan mengeluarkan apa yang telah dimiliki, ini semua akan jadi pertimbangan untuk mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mengabaikan Banyak Perbedaan Visi dan Misi

Perbedaan memang bagus, ini akan melahirkan keberagaman dan bisa mendatangkan inovasi baru. Namun jika perbedaan sudah mendasar, seperti visi misi saat bekerja, ini akan jadi bumerang untuk Anda.

Sebagai perekrut Anda pasti paham bahwa kandidat yang dapat bekerja sesuai visi misi akan lebih baik dibandingkan kandidat yang pintar namun tidak bisa bekerja sesuai visi misi perusahaan Anda. Jangan paksakan untuk menerima kandidat yang berbeda visi misi dengan perusahan Anda meski kandidat tersebut pintar dan berkualitas.

Tidak Membuat Standar Kandidat

Saat melakukan perekrutan, selain melakukan persiapan wawancara, sebaiknya Anda juga melakukan persiapan untuk menentukan standar kandidat atau batas minimal yang akan Anda terima sebagai karyawan. Kesalahan yang sering terjadi adalah belum atau tidak membuat standar kandidat (benchmark). Dengan tanpanya standar tersebut Anda akan kesulitan untuk menentukan kandidat yang cocok dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Dan yang paling buruk adalah Anda akan melakukan kesalahan merekrut kandidat yang kurang cocok.

Untuk menghindari kesalahan merekrut kandidat sebaiknya Anda membentuk tim perekrutan yang menggunakan sistem kolaborasi. Anda dapat mempelajari lebih detail di artikel Pentingnya Tim Perekrutan yang Kolaboratif pada Proses Rekrutmen

Urbanhire sebagai platform perekrutan yang memiliki Applicant Tracking System (ATS) dapat memfasilitasi Anda dan tim perekrutan Anda untuk bekerja sama atau berkolaborasi dengan menambahkan Hiring Team dan Hiring Plan sesuai dengan rencana tim Anda.