Manajemen Hari Libur untuk Perusahaan dan Karyawan

| employer-resources

by Urbanhire

Urbanhire – Hari libur merupakan hak yang harus didapatkan oleh pegawai sebuah badan, termasuk usaha kecil menengah atau masuk dalam kategori SME. Karena ruang lingkup perusahaan yang terbatas, maka jatah libur maupun cuti karyawan berpengaruh secara signifikan pada produktivitas usaha. Sebab itulah, dibutuhkan manajemen hari libur yang baik agar perusahaan tetap dapat beroperasi secara stabil.

Pengaturan Manajemen Libur Karyawan dan Pantangan Perusahaan

Dalam memberikan hari libur atau cuti pada pegawai, pemiliki usaha skala kecil menengah (small medium enterprise – SME) acap kali merasa khawatir akan kelangsungan perusahaan meski hanya kehilangan satu pegawai. Sehingga, pemilik usaha kemudian melakukan kesalahan dengan menggeser waktu libur karyawan sesuka hati, menjadwalkan pengaturan shift yang tidak manusiawi, dan bahkan menolak memberikan izin untuk cuti.

Hal tersebut merupakan langkah yang salah. Hanya karena pegawai masuk bekerja, bukan berarti dia akan beraktivitas tanpa beban bila haknya untuk libur atau cuti dirampas. Memaksakan mereka untuk patuh pada pembagian jatah libur yang tidak adil justru akan membuat mereka tertekan dan kinerja merosot tajam. Lagi pula, tindakan tersebut melanggar hak pekerja dan dapat diperkarakan secara legal.

Memiliki manajemen hari libur yang baik merupakan solusi untuk problematika tersebut. Hal yang bisa dilakukan sebagai seorang pemilik perusahaan terkait hari libur karyawan adalah :

  1. Mengatur secara adil shift kerja karyawan. Contohnya dalam hari kerja aktif selama enam hari, seorang pegawai mendapatkan tiga hari shift pagi dan sisa hari selanjutnya shift sore. Dengan kejelasan jadwal shift seperti ini, mereka mendapatkan waktu untuk beristirahat yang cukup.
  2. Memberi jatah libur satu kali dalam sepekan pada masing-masing karyawan. Bila usaha yang digeluti membutuhkan pekerja selalu siaga, maka gunakan hari libur yang berbeda-beda untuk karyawan agar dapat bergantian bekerja dan semuanya mendapatkan jatah libur secara adil.
  3. Memberi perhatian khusus pada hari libur nasional, terutama untuk hari libur keagamaan. Berikan jatah libur yang layak untuk karyawan dapat merayakan momen liburan keagamaan bersama dengan keluarga. Untuk memenuhi slot pekerja, lakukan rolling. Contohnya, untuk yang non-muslim dapat masuk kerja selama rekannya yang muslim merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
  4. Memenuhi jatah cuti karyawan sesuai aturan yang ditetapkan oleh dinas ketenagakerjaan, bahwa pegawai instansi negeri maupun swasta diperbolehkan mengajukan cuti dengan total maksimal pengambilan hari sebanyak dua belas hari. Kecuali untuk peristiwa medis luar biasa, seperti cuti melahirkan, maka durasinya tergantung kebijakan perusahaan masing-masing.

Sedangkan beberapa hal yang sebaiknya tidak boleh dilakukan pemilik usaha atau tim manajemen pada karyawan yang berlibur atau cuti, yaitu :

  • Mengganggu dengan menghubungi secara konstan untuk keperluan pekerjaan.
  • Memotong masa cuti secara sepihak tanpa diskusi terlebih dahulu.
  • Melakukan pemotongan gaji karena menganggap libur atau cuti pegawai sebagai ketidakhadiran kerja sehingga honorarium dipotong karena dianggap tidak disiplin.

Manajemen Hari Libur Untuk Karyawan

Adanya manajerial untuk liburan karyawan tidak hanya bermanfaat bagi pemilik perusahaan, tetapi juga bagi para pegawai. Tetapi, tentu saja ada hal-hal yang tidak dibenarkan untuk dilakukan oleh karyawan hanya demi mendapatkan jatah libur atau cuti.

  1. Cuti atau libur mendadak tanpa keterangan yang jelas. Hal ini bukan menjadi hak, melainkan bentuk pelanggaran kontrak kerja di mana pegawai harus masuk sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
  2. Memaksa perusahaan untuk menerima permohonan libur atau cuti supaya disetujui, padahal memiliki frekuensi ketidakhadiran yang tinggi.
  3. Memperpanjang masa cuti tanpa izin resmi dari atasan.

Karena libur atau cuti pegawai di luar alasan medis relatif singkat, maka karyawan harus mengatur manajemen hari libur dengan baik agar waktu tersebut tidak terbuang dengan percuma. Tips untuk menghabiskan masa liburan atau cuti ketika bekerja adalah dengan melakukan aktivitas-aktivitas berikut :

  • Traveling atau melakukan perjalanan. Tidak perlu terlalu jauh, cukup pilih tempat wisata yang dekat tapi bisa merelaksasi tubuh serta pikiran. Lebih disarankan daerah-daerah wisata alam dengan panorama alami yang efektif untuk menyegarkan fisik dan mental sekaligus.
  • Berbelanja. Ada kalanya mengeluarkan sejumlah uang untuk berbelanja dapat membantu kamu yang berstatus sebagai pekerja untuk melepaskan stres yang didapat akibat rutinitas pekerjaan. Membeli sesuatu untuk diri sendiri menjadi sebuah penghargaan atas kerja keras yang dilakoni.
  • Menyalurkan hobi juga bisa menjadi opsi tepat untuk menghabiskan liburan kerja. Lakukan hal-hal favorit kamu yang tidak bersinggungan sama sekali dengan pekerjaan sehari-hari. Kamu dapat menyegarkan pikiran dan melupakan segala tuntutan pekerjaan sebelum nanti kembali bergulat setelah liburan usai.

Dampak dari Buruknya Manajemen Liburan

Bila suatu perusahaan atau individu tidak memiliki kemampuan pengaturan jatah libur dan cuti yang baik, maka imbal balik negatif yang didapatkan cukup banyak :

  1. Kinerja karyawan memburuk di mana akan berdampak pada segala aspek perusahaan, terutama dari segi produktivitas perusahaan.
  2. Loyalitas antara perusahaan dengan pegawai sangat rendah yang memicu timbulnya berbagai masalah.
  3. Suasana di tempat kerja yang tidak menyenangkan, penuh tekanan dan rentan memicu stres.
  4. Perusahaan dapat terkena sanksi bila terbukti melakukan kecurangan dalam pemberian izin libur atau cuti karyawan. Termasuk di dalamnya pencabutan izin usaha.

Melihat dari pentingnya peranan manajemen hari libur bagi perusahaan maupun karyawan sebagai individu, maka sebaiknya kedua belah pihak mematuhi aturan serta prinsip-prinsip pemberian libur dan cuti untuk menghindari masalah lebih lanjut terutama untuk sisi perusahaan. Salah satu solusi untuk menghilangkan stres perekrutan Anda adalah dengan menggunakan Urbanhire sebagai Applicant Tracking System.