Urbanhire Jobseeker

Mengatasi Masalah Perekrutan Dengan Design Thinking

25

Nov 2019

UrbanhireDesign Thinking dapat digunakan untuk mencari solusi hampir semua masalah. Terutama ketika Anda mengalami masalah dalam perekrutan yang sedang Anda lakukan. Masalah dalam perekrutan pun juga cukup kompleks. Misalkan Anda membutuhkan waktu yang lama untuk meyakinkan kandidat yang Anda rasa cocok dan memiliki kualitas yang bagus.

Dengan masalah yang akan Anda hadapi, design thinking akan membantu Anda untuk mendapatkan solusinya. Design thinking adalah pemecahan sebuah masalah yang menggunakan beberapa tahap, diantaranya:

  1. Pahami akar masalah yang Anda hadapi
  2. Pilih dan pertimbangkan beberapa solusi
  3. Mencoba solusi-solusi yang Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan
  4. Terapkan solusi yang paling tepat hasil dari uji coba, dan kembali ke tahapan nomer satu bila masalah yang Anda hadapi berubah

Dengan melihat tahapan design thinking tersebut, lalu bagaimana diterapkan dalam dunia perekrutan?

Ubah Pendekatan Anda Menjadi Pendekatan yang Personal

Jika Anda dihadapkan begitu banyak pilihan kandidat yang memiliki potensial dan memiliki tumpukan daftar pekerjaan lain yang harus dilakukan, Apa yang akan Anda perbuat untuk menghubungi para kandidat ini? Anda pasti akan menghubungi mereka dengan email yang sudah Anda buat template-nya. Namun jika Anda menggunakan design thinking langkah pertama adalah mengetahui permasalahannya. Ubah pandangan Anda soal “yang penting tawari lewat email, kandidat banyak pasti ada yang bersedia” menjadi bagaimana memanusiakan kandidat melalui email.

Untuk membuat kandidat membuka email, Anda harus membuat email yang ditujukan secara personal. Anda dapat menulis tawaran yang mampu membuat mereka tertarik untuk membaca, yaitu dengan memasukan hal-hal yang mereka minati. Anda dapat mencari tahu dari media sosial mereka.

Memahami Target Anda

Dalam menggunakan design thinking kunci utama dalam memahami masalah adalah Anda harus memahami siapa target Anda dan menemukan solusi yang tepat untuk mereka. Contohnya seperti perusahaan yang memiliki sebuah produk, perusahaan tersebut tidak akan membuat produk tanpa mengetahui dan memahami target mereka. Hal ini juga berlaku di dunia perekrutan. Anda harus mengetahui dan memahami kandidat Anda sebelum mereka pergi meninggalkan Anda.

Beberapa rekruter sangat semangat saat menjelaskan apa saja yang didapat bila mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan yang mereka bicarakan. Tetapi para perekrut ini lupa untuk memahami kandidat (apa yang dibutuhkan kandidat)

Menjadi Kreatif

Design thinking mendorong Anda untuk menjadi dan berpikir kreatif karena dengan design thinking Anda diharuskan untuk menemukan beberapa solusi. Dan biasanya solusi terbaik didapatkan dari pemikiran yang out of the box. Misalnya ketika Anda mendapatkan seorang kandidat dan Anda ingin mengetahui lebih dalam pribadi kandidat Anda. Anda dapat mengatur sesi interview menjadi ngopi bareng. Tujuannya adalah agar kandidat Anda lebih terbuka dan Anda dapat mengajak user Anda yang Anda perkenalkan sebagai teman Anda.

Data dan Fakta Sebagai Dasar Keputusan

Jika Anda adalah seorang yang selalu mengandalkan perasaan untuk mengambil keputusan, sangat disarankan untuk meninggalkannya sementara jika Anda menggunakan design thinking. Di dalam design thinking, untuk menentukan dan mengambil keputusan harus berdasarkan fakta dan data yang ada. Karena untuk menguji atau mengetes sebuah solusi, Anda harus melakukan sebuah penelitian. Hasil dari penelitian yang berupa data dan fakta tersebut yang akan menjadi dasar sebauh keputusan.Kebanyakan, perekrutan yang paling efektif adalah perekrutan yang menggunakan design thinking. Karena dari design thinking ini Anda dapat dengan mudah untuk memahami kandidat-kandidat Anda, mencoba sebuah solusi, dan bereaksi dengan cepat jika rencana Anda tidak sesuai. Selain itu dengan menerapkan design thinking akan membuat Anda lebih dekat berkomunikasi dengan kandidat Anda.

Anda perlu memiliki tim perekrutan yang memiliki kerjasama yang bagus agar design thinking yang Anda buat mampu memberikan solusi yang baik. Di dalam artikel Pentingnya Tim Perekrutan yang Kolaboratif pada Proses Rekrutmen, Anda akan menemukan seberapa pentingnya tim perekrutan yang berdampak kepada perusahaan Anda. Jika manajer perekrutan dan departemen pengelolaan HR dapat berkolaborasi, maka semua manfaat di atas bisa dirasakan. Kabar baiknya, Urbanhire sebagai platform perekrutan yang menggunakan Applicant Tracking System (ATS) memiliki fitur “Hiring Team” dimana para perekrut dapat melakukan collaborative team hiring dengan sesama perekrut maupun pihak lain diluar departemen rekrutmen.