Urbanhire Jobseeker

Mengelola Perubahan Budaya Di Tempat Kerja

13

Dec 2019

Urbanhire – Mengatur dan mengelola perubahan budaya di tempat kerja merupakan sebuah pekerjaan yang bisa dibilang menakutkan. Alasannya adalah perubahan jenis ini memiliki berbagai jenis tantangan yang harus dihadapi. Anda sebagai praktisi HR harus dapat mengidentifikasi proses tersebut dan rekomendasi untuk bagaimana perusahaan Anda menghadapi rintangan ketika mengalami perubahan budaya di kantor. Sebelum Anda mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan perubahan budaya, Anda harus mengetahui unsur-unsur 

Pentingnya Sebuah Budaya Perusahaan 

Membangun dan membina untuk membentuk budaya kerja yang bagus tidak bisa dilakukan dengan secara paksa. Perusahaan yang gagal dalam membentuk budaya perusahaan atau memiliki budaya beracun yang sudah menyebar dan mempengaruhi seluruh isi perusahaan pastinya akan mengalami kesulitan. Pada kasus budaya yang beracun, tanda-tanda awal sudah terlihat sehingga dapat dicegah penyebarannya agar masalah tidak semakin banyak. Masalah-masalah yang ditimbulkan karena budaya kerja sangat berpengaruh kepada produktivitas perusahaan. Dari alasan tersebut bisa dikatakan budaya perusahaan sangatlah penting.

Apa Yang Menjadi Tujuan Perubahaan Budaya

Banyak faktor dan keadaan yang membuat sebuah perusahaan harus melakukan perubahan budaya di tempat kerja. Faktor dan alasan bisa berupa perubahaan dalam pertumbuhan perusahaan, manajemen atau kepemimpinan perusahaan yang berganti, banyaknya turnover yang dialami perusahaan tersebut dan sebagainya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahaan budaya di tempat kerja, diantarnaya

Kondisi Para Karyawan

Faktor pertama yang mendorong terjadinya perubahaan budaya di tempat kerja adalah kondisi karyawan yang bermasalah. Ksryawan bermasalah ini sangatlah masalah serius karena dapat memunculkan budaya yang beracun pada perusahaan Anda. Biasanya karyawan yang bermasalah ini selalu memberontak dan mengambil keuntungan pribadi dari kebijakan perusahaan Anda. Dengan memberlakukan peraturan dan budaya yang baru, hal ini akan mencegah karyawan bermasalah tersebut menularkan racun mereka ke karyawan-karyawan Anda.

Pertumbuhan Perusahaan

Ketika perusahaan mengalami pertumbuhan otomatis semua hal dalam organisasi akan mengalami perubahaan untuk memenuhi kebutuhan dalam pertumbuhan tersebut. Misalkan perusahaan rintisan yang awalnya hanya memiliki karyawan sedikit masih dapat menggunakan sistem kerja yang fleksibel. Namun ketika perusahaan rintisan tersebut sudah mulai berkembang dan tumbuh, semakin banyak pelanggannya, secara otomatis kebijakan kerja fleksibel akan diubah menyesuaikan kebutuhan perusahaan karena sudah memilki pelanggan yang banyak. Dalam perubahan ini pasti banyak karyawan yang kaget karena semakin sedikitnya porsi untuk kerja secara fleksibel. Anda dapat memnberikan penekanan kepada karyawan Anda bahwa untuk tumbuh dan berkembang butuh perubahan demi kebaikan bersama.

Akuisisi Atau Merger

Perubahan budaya di tempat kerja bisa terjadi saat perusahaan diakuisisi atau merger dengan perusahaan lain. Hal ini tidak bisa dihindari karena pasti perusahaan yang diakuisisi atau meger akan mengikuti budaya dari perusahaan yang memiliki modal yang lebih besar. Selain itu perubahaan pada kursi kepemimpinan juga akan mengalami perubahan, hal ini lah yang membuat perubahan budaya di tempat kerja. Perubahan yang berhasil tergantung dari kepemimpinan seorang pemimpin dalam mengintegrasikan budaya perusahaan

Solusi Untuk Mengelola Perubahan Budaya

Memang mengelola perubahan budaya sangat merepotkan dan menakutkan tetapi ada beberapa solusi yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi dampak-dampak negarif yang muncul karena perubahan budaya tersebut.

Berkolaborasi Dengan Karyawan

Jadikan dan ikut sertakan karyawan Anda dalam perubahan budaya di tempat kerja Anda. Alasannya adalah budaya bukanlah nilai atau sistem satu arah dan karyawan adalah bagian yang mempengaruhi budaya. JIka Anda tidak melibatkan mereka akan terjadi pergesekan dan hubungan antara karyawan dan perusahaan akan merenggang. Untuk berkolaborasi dengan karyawan, Anda harus bersikap transparan ketika Anda dan karyawan Anda berkomunikasi atau  berdiskusi bersama. Komunikasikan apapun tentang perubahaan yang akan dialami dan tujuan dari perubahan tersebut.

Tetap Konsisten

Anda harus tetap konsisten dalam menjalankan peraturan dan budaya baru sejak hari pertama diberlakukaknnya. Dengan sikap yang konsisten, akan membantu menanam perubahan tersebut di seluruh isi organisasi. Tujuannya tidak lain adalah menanamkan kebiasaan. Jika organisasi Anda sudah konsisten menerapkan perubahaan tersebut dan ada karyawan yang menentang atau tidak mau mengikuti aturan, Anda harus tegas. Berikan penjelasan apa konsekuensinya dan tidak ada tolernasi bila tidak bisa mengikuti perubahan tersebut.

Perubahaan Yang Bertahap

Seperti yang dituliskan di atas bahwa perubahan budaya di tempat kerja tidak dapat dipaksakan. Untuk itu jika ingin perubahan berhasil, lakukan perubahan secara bertahap. Tujuanya adalah memberikan waktu kepada karyawan Anda untuk dapat beradaptasi. Menyesuaikan dan beradaptasi di budaya yang baru sangatlah sulit, untuk itu lakukuan secara bertahap agar tidak terjadi culture shock. Dengan melakukan perubahan yang bertahap ini juga menjaga karyawan Anda tetap bahagia saat di tempat kerja.

Sebelum Anda melakukan perubahaan, alangkah baiknya Anda membaca artikel “5 Cara untuk Membangun Budaya Kerja yang Tinggi”. Artikel ini akan membantu Anda untuk membuat strategi agar dapat membangun budaya kerja yang berkualitas.

Jika Anda ingin mewujudkan suatu lingkungan kerja yang menyenangkan dan berbudaya dengan merekrut kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda, gunakanlah Urbanhire, platform perekrutan dengan Applicant Tracking System (ATS) yang memiliki fitur resume search dan online pre assessment untuk menemukan kandidat yang tepat untuk Anda