Urbanhire Jobseeker

Menghindari Kesalahan Saat Merekrut Talent IT

23

Sep 2019

Urbanhire – Penting sekali perusahaan memiliki staf IT, untuk itu menghindari kesalahan saat merekrut talent IT sangat penting untuk diketahui. Biasanya kesalahan tersebut selalu saja terulang saat merekrut talent IT, bukan karena talent kurang berkualitas melainkan tidak memberikan dampak positif terhadap tim Anda karena pada umumnya tim IT selalu bekerja dalam tim.

Teamwork membutuhkan hubungan timbal balik yang baik, hal ini sebaiknya sudah terlihat saat interview. Itulah kenapa, interview kerja yang Anda terapkan sekarang ini tidak hanya satu tahapan saja, melainkan beberapa tahap agar dapat melihat karakter kandidat. Hal ini untuk mengurangi bahkan meminimalisir kesalahan tersebut.

Ada beberapa kesalahan saat merekrut talent IT yang sering terulang. Kesalahan tersebut akan berakibat buruk dengan kinerja tim Anda. Berikut ini ada beberapa kesalahan yang terjadi saat merekrut talent IT, ada baiknya Anda menghindari hal tersebut..

Job Desk Tidak Jelas

Ada baiknya Anda menjelaskan dengan jelas, apa job desk talent sebelum diterima kerja nantinya agar dapat menghindari kesalahan saat merekrut talent IT. Ruang lingkup TI itu cukup luas, bahkan bisa dikatakan tim TI yang banyak dan terbagi tiap divisi masih merupakan satu bagian. Jika tidak menjelaskan secara jelas dan detail maka talent Anda akan salah menangkap dan jika Anda terima dan ternyata skill-nya tidak sesuai job desk hasilnya tidak bisa bekerja secara baik karena kurang terjadi salah persepsi dengan job desk. Maka ketika terjadi salah persepsi akan berimbas pada lainnya, dan dapat mejadi beban pada satu tim, sehingga pekerjaan harian tidak akan pernah terselesaikan.

Saat merekrut talent TI, seharusnya Anda mengetahui terlebih dahulu apa jobdesk yang Anda tawarkan saat proses interview secara jelas. Ini akan menentukan masa depan perusahaan Anda dan talent tersebut. Pada umumnya jika pekerja yang bekerja tidak sesuai keahliannya akan merasa tersiksa dan tinggal menunggu waktu untuk pekerja tersebut keluar dari pekerjaan. Hal tersebut akan melelahkan Anda karena harus mengulang tahapan rekrutmen..

Terlalu Fokus Tentang Teknik IT

Jangan terlalu fokus pada teknik yang dimiliki oleh kandidat atau talent Anda. Dalam dunia kerja, Anda pasti sudah memahami bahwa saat kerja, semua pengaplikasian bukan lagi sekadar teori dan teknik, melainkan bagaimana pola pikir dalam menghadapi sebuah masalah dan mengambil keputusan secara cepat. Bahkan bisa jadi IPK tinggi yang dimiliki kandidat atau talent Anda tidak menjamin kesiapan mereka untuk bekerja.

Inilah yang harus Anda sadari sejak sekarang, teori, teknik dan nilai bukan hal yang utama dalam menerima talent atau kandidat. Melainkan memiliki skill, pengalaman dan pola pikir dalam menghadapi dunia kerja sangat penting sekali. Memiliki anggota tim yang kurang siap bekerja secara tim akan menghambat tim yang sudah Anda bangun dan dapat menimbulkan suasana yang negatif karena ketidaksiapan salah satu anggota Anda.

Hanya Melihat Portofolio

Hampir mirip dengan terlalu fokus terhadap tehnik. Dalam menghindari kesalahan saat merekrut talent IT adalah terlalu fokus ke portofolio. Memang benar bahwa portofolio itu penting yang dapat menjadi pertimbangan Anda dalam menyeleksi talent, namun portofolio ini sebenarnya lebih kompleks. Alangkah baiknya Anda menanyakan portofolio para talent secara detail. Apakah Anda bekerja secara tim atau individu, apa saja kendala saat mengerjakan dan bagaimana solusinya dalam mengatasinya

Dalam bekerja, teamwork adalah kunci dan membutuhkan komunikasi yang baik, itulah tujuan Anda dalam menanyakan secara detail hasil kerja atau portofolio yang mereka miliki. Jika kandidat hanya menceritakan kelebihan portofolio yang dia punya maka Anda harus mempertimbangkannya apakah talent tersebut cocok untuk bekerja secara tim. Maka dari itu, selain portofolio perhatikan juga pengalaman berorganisasi atau yang sudah dilakukan saat magang.

Tidak Menerapkan Teknik Wawancara Dua Arah

Talent yang pasif dapat mencerminkan bahwa talent tersebut memiliki kepribadian yang kurag bisa diajak bekerja sama dalam tim. Untuk itu dalam menghindari kesalahan saat merekrut talent IT alangkah baiknya Anda pancing dengan interview satu arah dan menggiring ke interview dua arah. Anda bisa melihat apakah talent tersebut akan terpancing untuk membuat interview menjadi dua arah atau sebaliknya hanya menunggu pertanyaan dan menjawab, tidak ada timbal baliknya.

Dalam wawancara dua arah memiliki tujuan, dimana Anda bercerita dan kandidat memberikan tanggapan, bahkan bisa jadi pertanyaan yang dapat mengindikasikan bahwa dia aktif dan berinisiatif dapat pula melihat kelebihan talent, apakah talent seorang individu yang cerdas 

Untuk itu jangan pernah Anda untuk tidak memancing talent untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan. Jika hal ini tidak Anda lakukan akan sulit untuk mengetahui karakter talent tersebut.

Hanya Melihat Almamater

Menghindari kesalahan saat merekrut talent IT berikutnya adalah jangan melihat hanya dari almamater karena almamater tidak menjamin bahwa talent yang akan Anda pilih memiliki kesiapan dalam bekerja dan karakter-karakter yang dibutuhkan dalam tim Anda. 

Berikan penilaian secara objektif saat Anda menyeleksi talent untuk tim Anda. Jangan melihat dari almamater dari perguruan tinggi yang bagus atau memiliki almamater yang sama dengan Anda. 

Hampir semua kesalahan saat merekrut talent IT terjadi saat interview, jangan hanya melihat yang terlihat namun semua secara menyeluruh. Anda juga bisa membuka dan menarik apa yang tidak terlihat dari kepribadian talent dan kualitas.

Selain menghindari kesalahan saat merekrut talent IT, alangkah baiknya Anda mempelajari juga tentang tips komunikasi yang kuat saat menjalankan proses interview

Urbanhire merupakan platform rekrutmen di Indonesia, dengan fitur ATS ( Applicants Tracking System), Online Assessment, dan Video Interview dapat membantu proses rekrutmen perusahaan Anda lebih efektif dan efisien