Urbanhire Jobseeker

Merancang Program Pelatihan Pertama Untuk Karyawan

7

Oct 2019

Urbanhire – Serangkai penerimaan karyawan baru bukan berhenti setelah pengumuman diterima, melainkan memberikan pelatihan agar pegawai baru bisa bekerja sesuai job desc. Memang bukan hal mudah merancang program pelatihan, apalagi dalam satu perusahaan memiliki banyak divisi dengan cara pelatihan yang berbeda.

Mengapa demikian? Karyawan bagian finance dengan marketing, tentu akan menggeluti bidang yang berbeda. Hal ini tidak boleh terjadi generalisasi saat pelatihan, memang di awal boleh saja untuk memperkenalkan perusahaan, baik dari visi, misi hingga tujuan utama. Namun saat sudah mengarah pada hal spesifik, apalagi untuk memberikan pengantar di hari pertama kerja. Ini membutuhkan sentuhan pelatihan berbeda.

Nah untuk mendapatkan formula bagaimana merancang program pelatihan yang tepat untuk karyawan baru, apalagi yang baru diterima kerja. Coba pertimbangkan beberapa poin berikut ini, agar bisa mendapatkan pegawai yang sesuai keinginan perusahaan dan bisa bekerja berdasarkan job descnya.

Identifikasi Karyawan Dan Berikan Jenis pelatihan yang Dibutuhkan

Hal pertama, mengidentifikasi karyawan terlebih dahulu. Penting sekali dilakukan identifikasi untuk menentukan jenis pelatihan yang akan diberikan, hal ini meliputi bagaimana job desc, dimana nanti pekerjaan dan apa saja tantangan yang akan dihadapi. Terkadang, bahkan pelatihan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, melainkan di ruang terbuka.

Program pelatihan terbaik, memang tidak hanya dikemas dari trainer profesional saja, melainkan sesuai dengan kebutuhan. Perusahaan biasanya sudah memiliki standar masing-masing, bagaimana pelatihan yang akan dilakukan nantinya. Apalagi untuk karyawan baru sebelum memulai hari pertama bekerja.

Hindari Menerapkan Program Pelatihan General

Ini sudah disebutkan di awal, sebaiknya menghindari program pelatihan general. Kenapa? Setiap karyawan akan menempati job desc masing-masing dengan penugasan yang berbeda. Sehingga tidak perlu terlalu panjang memberikan pelatihan general, memang ini perlu untuk memperkenalkan profil perusahaan.

Tapi ada baiknya merancang program pelatihan yang sesuai dengan job desc bahkan kalau mungkin berfokus pada satu subjek saja. Hal ini sebaiknya segera diterapkan saat penerimaan karyawan baru, sehingga semua pegawai bisa bekerja maksimal tanpa canggung dan langsung mengeluarkan potensinya.

Tujuan pelatihan Tetap Bersifat Objektif

Pelatihan biasanya akan dilakukan secara serentak, untuk menekan pengeluaran perusahaan. Bahkan ini hanya dilakukan dalam periode tertentu saja, sehingga tidak semua karyawan baru yang masuk akan langsung merasakan pelatihan. Hal utama yang harus dilakukan dan perlu diperhatikan adalah selalu merancang program pelatihan secara objektif, sehingga bisa memberikan hasil maksimal.

Pelatihan Karyawan Baru Beserta Satu Divisi Terkait

Ternyata, bukan hanya karyawan baru saja yang akan mendapatkan pelatihan saat kedatangan pegawai baru. Alangkah baiknya pelatihan tersebut melibatkan beberapa karyawan yang sudah lama bekerja yang berfungsi untuk menjadi mentor. Salah satu tujuannya adalah untuk pengenalan diri, baik secara personal dan profesional serta nantinya diharapkan untuk dapat bekerja secara bersinergi dan saling bekerja sama. 

Merancang program pelatihan ini memang terbilang panjang dan membutuhkan banyak waktu, namun sepadan dengan apa yang akan didapatkan. Tujuan utama memberikan pelatihan pada satu divisi secara khusus, untuk memperkenalkan dan menajamkan kembali seperti apa job desc dan pencapaian yang ingin didapatkan perusahaan. Sehingga tidak akan melenceng dari tujuan utama, bahkan bisa melebihi target yang ditentukan.

Lihat Interaksi Karyawan Baru Dengan Pegawai Tetap

Nah, setelah melakukan pelatihan dalam beberapa hari. Perusahaan akan mengalami, bagaimana interaksi pegawai baru dan lama. Tujuan utama program pelatihan, bisa memberikan kedekatan, saling bekerja sama dan menjalin rasa profesionalitas dalam bekerja. Jika ini sudah terlihat, maka program bisa dikatakan sukses dan bisa dilanjutkan pada divisi lain dengan pendekatan berbeda.

Namun, jika interaksi masih bersifat pasif. Lihat lagi, dimana faktor kesalahan yang terjadi, bisa saja dari pegawai itu sendiri, materi pelatihan yang terlalu membosankan atau kondisi ruangan yang tidak mendukung. Carilah faktor pendukung lain yang nantinya akan mensukseskan program pelatihan tersebut.

Penting sekali melihat hasil di tengah pelatihan, sehingga tidak perlu menerapkan program lanjutan jika dirasa tidak sesuai target atau keinginan awal. Sehingga bisa mengubah formula pelatihan di tengah jalan dan mengkombinasikannya dengan baik. Tidak semua hal dapat berjalan mulu, terkadang membutuhkan improvisasi tertentu.

Berikan Penilaian, Untuk Menentukan Penempatan Karyawan Baru

Hal terakhir saat melakukan pelatihan, memberikan penilaian. Bukan hanya untuk karyawan baru, melainkan seluruh karyawan sehingga bisa melihat potensi dan mengembangkan kemampuan selama ini. Bisa jadi divisi finance memiliki banyak inovasi baru, sehingga dipindahkan dalam divisi pengembangan.

Hal ini bisa saja terjadi, sehingga harus merancang program pelatihan secara matang. Bukan hanya asal jalan dan membuat ini seperti biasa saja. pelatihan memang banyak dilakukan di alam terbuka, pasalnya orang akan memperlihatkan bagaimana aslinya saat sudah berada di luar ruangan.

Memang bukan hal gampang merancang program pelatihan, apalagi untuk perusahaan besar dengan konsep terbuka sekarang ini. Ada banyak pertimbangan baru dan menghilang kebakuan. Sebaiknya tidak menerapkan konsep pelatihan ini hanya pada pegawai baru, namun lakukan evaluasi secara berkala untuk semua pegawai.

Dengan memberikan menu pelatihan di dalam perusahaan Anda akan memberikan employee experience yang dapat memberikan dan meningkatkan pengalaman karyawan atas profesi yang digeluti. Untuk mengetahui lebih dalam bagaimana merancang employee experience

Urbanhire adalah perusahaan dari Indonesia yang membangun sebuah sistem  ATS (Applicant Tracking System) nya sendiri. Dengan menggunakan Urbanhire, proses perekrutan karyawan akan sangat terbantu dan menjadi lebih efisien.