Merekrut untuk Culture Fit atau Culture Add?

| employer-resources recruitment-hacks working-culture

by Urbanhire

Urbanhire – Dalam topik rekrutmen, ada dua hal yang memiliki kaitan erat satu sama lain sekaligus menjadi komponen penting dalam proses hiring tersebut : culture fit atau culture add. Apa sebenarnya pengertian dari kedua hal tersebut, seperti apa perbandingan serta keuntungan dan kerugian dalam penerapannya untuk proses rekrutmen karyawan?

Cultural Fit ; Pengertian, Keunggulan, dan Kelemahannya

Culture Fit terdiri dari dua kata berbahasa Inggris, yakni “culture’ atau “budaya” dan “fit” atau “penyesuaian”. Dengan kata lain, cultural fit yaitu penyesuaian kebiasaan atau budaya dalam ruang lingkup tempat kerja. Jadi, ada sebuah atau bahkan beberapa nilai sekaligus yang telah ditetapkan dan wajib untuk dipatuhi oleh semua karyawan.

Cultural fit bertujuan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang bersifat homogen ; selaras, sependapat, dan satu tujuan. Suatu bentuk kesepakatan tidak tertulis itu juga termasuk dalam rentetan keuntungan pengaplikasian rekrutmen berbasis culture fit. Lebih lengkapnya, keunggulan dari penyelarasan komunitas dalam proses hiring pegawai yaitu :

  • Meminimalisir kemungkinan perseteruan akibat perbedaan opini yang acap kali menghambat kinerja perusahaan.
  • Dalam beberapa hal, produktivitas meningkat secara signifikan.
  • Homogenitas dalam lingkungan kerja membuat karyawan bekerja hampir 98% sesuai dengan pedoman yang ditetapkan perusahaan.
  • Mencegah perbedaan pandangan antara employer dengan employee karena sejak awal telah mencapai kesepakatan bersama.

Sekilas, ide cultural fit tampak sangat menguntungkan baik untuk pemilik perusahaan maupun karyawan. Tapi, benarkah homogenitas lingkungan kerja merupakan solusi terbaik untuk menghindari konflik-konflik seputar pekerjaan muncul ke permukaan? Pertanyaan itu terjawab melalui kekurangan dari penerapan paham cultural fit dalam proses rekruitmen karyawan :

  • Menekan eksistensi keberagaman (diversity) dalam ruang lingkup kerja. Hal itu akan membentuk sebuah lingkungan yang intoleran terhadap perbedaan.
  • Menurunkan kreativitas karyawan, sebab segala sesuatu telah diatur untuk berjalan sesuai pakem perusahaan. Otomatis, mereka lebih memilih patuh karena takut idenya justru akan dianggap sebagai upaya pembelotan.
  • Rekrutmen culture fit menekankan pada hasil yang ingin diraih, bukan proses. Sehingga karyawan tidak benar-benar mengetahui atau menghargai hasil kerjanya sendiri karena hanya menjalankan sesuai instruksi, selayaknya robot.
  • Homogenitas selain berpotensi memicu intoleransi terhadap perbedaan juga mudah menimbulkan kejenuhan. Ketika suasana di tempat kerja membosankan, lambat laun tetap akan menggerus produktivitas karyawan.

Cultural Add ; Pengertian, Keunggulan, dan Kelemahannya

Ketika cultural fit berfokus untuk menciptakan homogenitas, maka culture add justru menekankan pada poin berbeda. Rekrutmen dengan basis cultural add berfokus pada kemampuan calon karyawan yang hendak direkrut ; yang bisa diberikan pada perusahaan dan manfaatnya untuk ekspansi bisnis employer. Sesuai dengan pengertiannya sendiri yang berarti “penambahan kultur”.

Jadi, apa saja sebenarnya keungulan dari metode hiring ini?

  • Karyawan dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk perusahaan karena mereka dibebaskan untuk mengeksplorasi diri.
  • Tidak hanya produktivitas yang stabil, tapi inovasi-inovasi baru dapat dihasilkan untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik.
  • Ekspansi bisnis bisa tercapai dalam tempo yang lebih singkat.

Secara teknis, mudah sekali disimpulkan bahwa culture add sebagai bentuk solusi atas permasalahan yang ditimbulkan melalui rekrutmen cultural fit. Namun, apakah dengan demikian cultural add tidak lepas dari kekurangan? Tentu saja tidak. Ada beberapa kelemahan jika menerapkan konsep hiring karyawan demikian :

  • Calon karyawan dengan ide-ide baru biasanya merupakan fresh graduate atau mereka yang masih kurang pengalaman di lapangan. Sehingga, kadang ide-ide mereka implementasinya kurang relevan.
  • Rentan muncul perseteruan akibat perbedaan pendapat. Jika tidak teratasi dengan baik, hal ini tentu dapat memengaruhi operasional perusahaan secara signifikan.
  • Ego dari karyawan dalam lingkungan kerja cultural add relatif besar. Mereka akan bersikukuh atas pendapatnya dan bahkan tidak segan untuk melawan pihak employer. Dengan kata lain, mereka golongan yang agak sulit untuk dikendalikan.

Cultural Fit vs Cultural Add, Mana yang Terbaik?

Setelah memahami pengertian, kelebihan, serta kelemahan masing-masing konsep rekrutmen culture fit dan culture add, maka manakah yang terbaik untuk diterapkan? Solusi terbaik bukanlah memilih salah satu, melainkan mengaplikasikan kedua konsep tersebut sekaligus secara bersamaan. Dengan demikian, kelemahan yang dimiliki oleh salah satu konsep akan tertutup oleh yang lainnya.

Apakah penerapan demikian memungkinkan? Ya, asalkan kamu sebagai employer sepakat untuk mencobanya. Lalu, apa saja keuntungan jika menerapkan kedua konsep itu secara bersamaan?

  • Menciptakan sebuah lingkungan kerja yang bersifat heterogen namun tetap terkontrol oleh employer. Dalam hal ini, interaksi sosial dan toleransi terjaga dengan baik.
  • Antara aturan, target, dan inovasi dapat berjalan beriringan tanpa kendala berarti di mana tentunya baik untuk kemajuan perusahaan.
  • Posisi employer sebagai pemegang keputusan tertinggi tidak tergoyahkan, namun karyawan tetap memiliki porsi pendapat yang proporsional menyangkut perusahaan.
  • Segala permasalahan dapat dimusyawarahkan untuk mendapatkan keputusan terbaik.

Namun, bagaimana cara untuk mengaplikasikan kedua konsep tersebut secara bersamaan? Kuncinya ada pada employer, dalam hal ini pemilik atau pengelola perusahaan. Anda harus bisa menentukan standar untuk target yang harus dicapai karyawan di masa mendatang. Akomodasi semua kebutuhan mereka, terbuka akan ide-ide baru, tapi tetap bersikap sebagai leader yang tegas.

Dengan menerapkan culture fit dan culture add secara bersamaan ketika proses hiring karyawan dilakukan, maka homogenitas yang condong mengarah pada intoleransi dan monotonisme dapat terhindarkan. Dampak positifnya juga berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas, operasional, dan masa depan perusahaan.

Rekrut calon karyawan terbaik Anda melalui Urbanhire! Kualifikasikan kandidat yang memiliki culture fit atau culture add pada perusahaan Anda, gunakan fitur Pre-Assessment Questions Urbanhire untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan lowongan yang tersedia.