Urbanhire Jobseeker

Metode Evaluasi Kinerja pada Karyawan Baru

18

Apr 2019

Blog

Urbanhire – Mengadakan evaluasi kerja pada karyawan baru dipercaya dapat mengurangi turnover pada sebuah perusahaan. Selain itu, hal ini juga dapat membuat karyawan tersebut dapat meraih kesuksesan pada posisi yang mereka jalankan. Evaluasi ini bertujuan untuk memberitahukan kepada karyawan bahwa Anda memiliki kepentingan untuk membantu mereka mencapai tujuannya. Terlebih lagi, evaluasi kinerja pada karyawan baru juga memungkinkan Anda untuk menemukan dan memperbaiki kekurangan kinerja mereka sebelum menyebabkan kerugian bagi perusahaan atau organisasi.

Dengan melakukan evaluasi kerja pada karyawan baru berarti Anda telah berhasil menjalankan dua langkah yang tepat untuk kelangsungan perusahaan, yaitu Anda mampu menjalankan evaluasi pada waktu yang pas serta menilai berbagai faktor yang tepat. Selain itu, Anda juga bisa memahami apa yang cocok untuk Anda mungkin juga diperlukan oleh perusahaan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengadakan Evaluasi Kinerja pada Karyawan Baru?

Menyusun kebijakan yang tersebar luas memang akan jauh lebih mudah, misalnya semua karyawan baru akan dievaluasi setelah 60 hari kerja. Akan tetapi, kebijakan seperti itu justru akan membuat Anda mengabaikan berbagai faktor penting dalam menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan evaluasi kerja tersebut.

Sebaiknya Anda melakukan peninjauan yang tepat terlebih dahulu hingga karyawan baru Anda mampu mencapai tujuan pembelajaran yang Anda harapkan. Dengan menunggu hingga titik tersebut, Anda bisa memberi mereka waktu untuk merasa nyaman dengan tanggung jawab dan harapan yang Anda berikan pada mereka.

Sebab, waktu pembelajaran pada setiap orang sangat bervariasi secara drastis tergantung pada perannya masing-masing. Setiap peran atau tanggung jawab pekerjaan tidak selalu dapat diselesaikan dalam waktu yang sama. Misalnya, seorang tenaga penjualan mungkin membutuhkan waktu selama beberapa bulan untuk bisa merasa nyaman dalam pekerjaannya. Sementara itu, pegawai lainnya mungkin bisa merasa nyaman hanya dalam waktu satu bulan saja.

Oleh sebab itu, Anda perlu meninjau kembali cara perekrutan tenaga kerja yang ideal untuk menentukan lamanya waktu belajar bagi mereka dalam pekerjaannya. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui bahwa Anda telah memberi mereka peluang baru untuk dilatih dan dilibatkan dalam perusahaan, bahkan sebelum Anda mengevaluasi kinerjanya.

Tolak Ukur pada Evaluasi Kerja Karyawan Baru

Jika Anda sudah memiliki sistem yang baik untuk mengevaluasi tenaga kerja yang baru, seharusnya bagian yang satu ini tidak memerlukan terlalu banyak koreksi. Hal ini dimulai dengan membuat deskripsi pekerjaan yang dibuat dengan sangat baik untuk setiap posisi di perusahaan Anda. Dalam deskripsi pekerjaan tersebut Anda harus bisa menguraikan kompetensi inti yang diharapkan dan tugas-tugas dari posisi tersebut. Setelah itu, Anda bisa menggunakan kompetensi yang sama pada karyawan baru dan menggunakannya sebagai tolak ukur.

Contohnya, katakanlah bahwa Anda sedang mencari seorang staf penjualan. Dalam deskripsi pekerjaan yang Anda buat, salah satu tugas yang harus dilakukan adalah ‘mampu menggunakan sistem CRM untuk membuat dokumen peningkatan penjualan perusahaan’. Pada waktu evaluasi kinerja karyawan baru, Anda harus mendiskusikan masalah peningkatan penjualan perusahaan dengan mengadopsi sistem CRM yang Anda gunakan. Berikanlah mereka contoh dari apa yang telah mereka lakukan dengan benar atau bagaimana mereka dapat menjadi lebih baik.

Ketika Anda melakukan evaluasi kerja pada karyawan baru, yang terbaik adalah Anda harus bertindak sebagai pelatih dan mentor bagi mereka. Berikanlah lebih banyak saran untuk membantu mereka dengan kelemahan yang mereka miliki. Ingatkan mereka akan apa yang telah mereka lakukan dalam beberapa bulan pertama selama berada di perusahaan dan berikan mereka alasan mengapa Anda mempekerjakan mereka. Nah, satu hal yang paling penting adalah lakukanlah percakapan empat mata dengan karyawan-karyawan Anda. Agar seseorang dapat dipekerjakan, maka mereka harus mau menjadi salah satu bagian dari proses. Mereka harus memiliki saran untuk kesuksesannya sendiri di masa yang akan datang.

Sejalan dengan hal tersebut, jangan pernah menilai bahwa waktu yang Anda berikan sebelum melakukan evaluasi kinerja karyawan adalah masa percobaan bagi karyawan-karyawan yang Anda rekrut atau menjadikan evaluasi tersebut sebagai ajang tes lulus/gagal. Evaluasi kinerja pada karyawan baru tidak boleh dijadikan sebagai ajang untuk menunda tunjangan yang seharusnya diberikan kepada karyawan.

Evaluasi kinerja karyawan baru akan memberikan Anda banyak kesempatan untuk mendapatkan reaksi yang berharga terhadap apa yang Anda inginkan. Selain itu, para karyawan yang Anda evaluasi juga bisa membantu Anda untuk mengatasi masalah kecil sejak dini yang dapat meredam keterlibatan karyawan di kemudian hari.

Lalu, bagaimana metode yang tepat untuk menjalankan evaluasi kinerja pada karyawan baru?

Persiapkan Bahan yang Diperlukan

Sebagai atasan yang akan melakukan evaluasi kinerja pada karyawan baru, maka Anda harus memiliki bahan dan data yang bisa Anda gunakan. Oleh sebab itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan data yang diperlukan. Data tersebut bisa berupa laporan hasil pekerjaan, catatan perilaku karyawan, atau hasil bimbingan terakhir karyawan dari divisi HR. Jangka waktu untuk melakukan evaluasi ini tidak boleh terlalu lama ataupun terlalu cepat. Evaluasi ini bisa Anda lakukan setiap enam bulan atau bahkan satu tahun sekali.

Buat Sistem Penilaian yang Terstruktur

Data-data yang telah Anda persiapkan sebelumnya merupakan landasan untuk menilai dan memberikan umpan balik kepada karyawan. Ketika melakukan evaluasi kinerja karyawan, satu hal yang harus Anda jadikan fokus adalah seberapa produktif karyawan Anda dalam bekerja. Lalu, apakah mereka memiliki kinerja yang sama, lebih baik atau justru lebih buruk di masa yang akan datang. Sistem penilaian ini pun harus jelas dan telah disepakati sebelumnya dengan karyawan.

Tanyakan pada Atasannya

Orang yang mengetahui secara persis bagaimana kinerja karyawan adalah atasannya langsung. Oleh sebab itu setelah membuat sistem penilaian yang terstruktur, berikanlah pada atasan karyawan di masing-masing divisi. Pastikan mereka memberikan penilaian yang rasional dan bukan berdasarkan rasa suka atau tidak suka. Sebab penilaian yang didasarkan pada hal tersebut tidak akan pernah efektif.

Berdiskusi dengan Karyawan

Setelah proses penilaian selesai, Anda dan atasan karyawan tersebut bisa mendiskusikan hasil penilaian dengan karyawan itu sendiri. Dalam diskusi tersebut, karyawan harus mengetahui alasan Anda memberikan mereka penilaian. Jika nilainya ternyata buruk, maka Anda harus menyampaikannya dengan kalimat yang baik dan tidak menyinggung perasaannya. Selain itu, berikan pula waktu pada mereka untuk membela diri dan mengatakan alasan mengapa kinerjanya buruk.

Urbanhire adalah platform yang menggunakan Applicant Tracking System (ATS) yang menjadikan proses perekrutan di perusahaan Anda menjadi lebih mudah dan efisien.