Urbanhire Jobseeker

Panduan Pre-Employment Testing Untuk Kandidat

15

Jan 2020

Apakah perusahaan Anda sudah menyiapkan pre-employment testing ketika membuka lowongan? Jika perusahaan Anda belum menyiapkan tes tersebut akan meningkatkan resiko kegagalan dalam perekrutan. Bukan menjadi rahasia umum bahwa perekrutan yang gagal atau buruk akan menyebabkan banyak kerugian untuk perusahaan Anda. Kerugian tersebut bukan hanya materi tetapi juga akan merugikan produktivitas tim Anda karena memilih kandidat yang kurang tepat. Dan saat ini banyak perusahaan yang sudah mulai menerapkan pre-employment testing untuk membantu mendapatkan kandidat yang cocok dan tepat untuk setiap posisinya.

Sebenarnya Apa itu Pre-Employment Testing?

Pre-employment testing merupakan salah satu alat atau cara yang digunakan oleh rekruter untuk menyaring kandidat potensial yang sesuai dengan kebutuhan posisi yang dibuka. Dengan menerapkan tes ini, Anda dapat mengumpulkan informasi tentang kecocokan posisi yang dibuka dengan kemampuan yang dimiliki kandidat secara objektif. Dan kebanyakan tes ini dilakukan secara online sebelum atau sesudah interview.

Jenis Pre-Employment Testing?

Ada beberapa jenis tes tersebut. Jenis tes ini berdasarkan tujuan atau informasi yang ingin diketahui.

  1. Pengetahuan Pekerjaan: Tes ini untuk mengetahui seberapa dalam kandidat memahami tentang posisi yang akan kandidat lamar.
  2. Pertanyaan Kepribadian: Tes ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana kepribadian kandidat. Biasanya tes ini untuk mengukur ketegasan dan kepribadian lainnya
  3. Tes Kemampuan Kognitif: Tes ini untuk mengetahui penggunaan akal atau mental kandidat seperti logika, verbal, dan numerik.
  4. Tes Softskill: Tes ini tidak berkaitan langsung dengan kemampuan bekerja atau pengoprasian alat-alat kantor namun tes ini untuk menunjukan seberapa bagus kandidat ketika berkomunikasi, pemecahan masalah, kerja secara tim dan lain-lain. 
  5. Tes Hardskill: Tes ini berkaitan langsung dengan pekerjaan seperti pengoprasian alat-alat kantor, bahasa asing dan lain-lain
  6. Tes penilaian situasional: Tes penilaian situasional untuk menguji kandidat dengan skenario berbeda yang mungkin mereka alami dalam pekerjaan nanti. Mereka diminta untuk menilai seberapa baik kandidat memprioritaskan suatu hal, mengikuti instruksi, dan menangani situasi yang membuat stres ketika di tempat kerja.

Keuntungan Menggunakan Pre-Employment Testing

Ada banyak keuntungan jika Anda mulai menerapkan pre-employment testing dalam proses perekrutan Anda. Keuntungan itu diantaranya:

  1. Memperlancar proses perekrutan. Dengan tes ini Anda akan dengan mudah mengumpulkan informasi lebih banyak dan dapat langsung menyortir kandidat yang tepat
  2. Meningkatkan kualitas perekrutan. Karena tujuan tes ini untuk menyaring kandidat yang sesuai dengan posisi dan kualifikasi maka kualitas perekrutan Anda secara otomatis akan meningkatkan
  3. Menghilangkan bias. Bias yang tidak disadari adalah masalah besar dalam perekrutan, dan perekrut memiliki tugas untuk menguranginya. Tes ini membantu menghilangkan bias tersebut dengan mengerucutkan kandidat berdasarkan faktor-faktor yang relevan seperti keterampilan dan sifat kepribadian.
  4. Meningkatkan pengalaman kandidat. Tes ini juga dapat menguntungkan para kandidat. Mereka akan mendapatkan wawasan tentang perusahaan yang mereka minati, dan memiliki kesempatan untuk mempelajari sesuatu tentang diri mereka dalam proses tersebut. Ini akan meningkatkan pengalaman kandidat dan memastikan mereka bekerja di tempat yang sangat cocok untuk mereka.
  5. Mengurangi turnover. Turnover adalah masalah yang mahal bagi semua perusahaan. Cara terbaik untuk mengurangi turnover ini adalah dengan merekrut orang yang benar-benar cocok dengan pekerjaan dan perusahaan, dimana penilaian tes tersebut sangat berguna untuk mengambil keputusan.

Panduan Menjalankan Pre-Employment Testing

Jika Anda berniat dan akan menggunakan tes tersebut ke dalam proses perekrutan Anda, ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk memaksimalkannya

  1. Mencari Vendor Yang Tepat. Langkah pertama dan sangat penting adalah mencari dan memilih vendor yang tepat untuk menjalankan tes tersebut. Anda dapat menggunakan Urbanhire, platform perekrutan Applicant Tracking System yang memiliki fitur pre-online assessment untuk membantu Anda menyaring kandidat yang tepat.
  2. Pastikan Validitas Data Pengujian. Ada banyak langkah validitas yang dapat digunakan untuk validasi data dalam tes. Misalnya, hasil penilaian menunjukkan kriteria yang diukurnya selaras dengan deskripsi pekerjaan dan kinerja.
  3. Melaksanakan Tes Secara Bertanggung Jawab. Penting bagi Anda untuk memilih tes yang paling tepat untuk mengukur keahlian dan karakteristik yang relevan untuk posisi yang dibutuhkan. Memilih tes yang tidak sesuai dapat menyebabkan hasil yang tidak efektif dan tidak akan membantu Anda untuk memilih kandidat yang tepat.

Masih berkaitan dengan kualitas kandidat, dalam artikel “Mengapa Perekrut Harus Lebih Fokus pada Kualitas Daripada Kuantitas?” Anda akan mengetahui alasan betapa pentingnya merekrut berdasarkan kualitas bukan karena terburu-buru karena posisi kosong atau banyaknya yang melamar.