Urbanhire Jobseeker

Panduan Utama untuk Melakukan Wawancara yang Efektif Saat Karyawan Berhenti Bekerja

25

Mar 2019

Blog

Urbanhire – Setiap kali seorang karyawan memberikan surat pengunduran dirinya, maka dalam dua minggu proses perekrutan pun dimulai. Anda akan fokus untuk memasang iklan pekerjaan, mengevaluasi kandidat dan memilih karyawan yang selanjutnya. Akan tetapi, seberapa besar perhatian Anda pada orang yang mengemas barang-barang mereka ke dalam kardus atau karyawan berhenti bekerja?

Melakukan sebuah wawancara berhenti kerja merupakan salah satu hal yang dapat memberikan perubahan positif dalam perusahaan Anda. Dengan wawancara ini, Anda bisa mendapatkan banyak wawasan tentang alasan pengunduran diri yang diajukan oleh karyawan. Setelah itu, Anda bisa menganalisis temuan Anda agar Anda dapat mengurangi tingkat turnover karyawan di masa depan.

Misalnya, jika ada banyak karyawan mengundurkan diri karena mereka merasa bahwa tugas mereka tidak sesuai dengan harapan, maka Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk mengubah uraian tugas dan orientasi Anda. Melihat karyawan yang memiliki kinerja tinggi yang merasa tidak termotivasi merupakan salah satu tanda bagi Anda untuk mengadopsi program retensi dan menawarkan lebih banyak peluang kepada karyawan untuk berkembang. Wawancara berhenti bekerja juga dapat memberikan Anda sedikit gambaran mengenai tolak ukur persaingan di kantor. Karyawan yang berhenti dari perusahaan untuk bersaing dapat membantu Anda untuk mempelajari posisi Anda dengan gaji dan tunjangan lainnya.

Berikut ini beberapa panduan untuk melakukan wawancara berhenti kerja yang efektif dan bisa Anda coba terapkan di kantor.

Pilih Format Wawancara yang Akan Digunakan

Memberikan beberapa kuesioner kepada karyawan yang berhenti bekerja ketika wawancara merupakan salah satu cara untuk menghabiskan lebih banyak waktu dan juga menghindari beberapa diskusi yang dirasa tidak nyaman. Akan tetapi, melakukan wawancara berhenti kerja secara tatap muka juga memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Anda menunjukkan bahwa Anda memiliki kepedulian terhadap pendapat karyawan Anda dengan mendedikasikan waktu Anda untuk mendengarkan apa yang mereka katakan.
  • Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk melakukan percakapan yang kurang terstruktur yang dapat menghasilkan feedback yang tidak terduga.
  • Anda bisa mengakhiri berbagai hal dengan catatan pribadi yang positif.

Satu hal yang perlu Anda ingat adalah bahwa wawancara berhenti kerja yang Anda lakukan tidak akan pernah berhasil jika orang yang bersangkutan merasa dipaksa untuk melakukannya. Oleh sebab itu, Anda bisa menawarkan mereka alternatif seperti kuesioner atau wawancara telepon setelah mereka meninggalkan kantor jika hal tersebut bisa membuat mereka merasa lebih nyaman.

Pilih Pewawancara

Orang yang paling akrab dengan karyawan adalah atasan langsung mereka. Namun akan jauh lebih baik jika orang lain lah yang melakukan wawancara tersebut. Jika seorang karyawan mengundurkan diri karena manajer mereka, maka mereka mungkin tidak ingin melakukan wawancara tersebut dengan manajer tersebut. Bahkan, mereka mungkin hanya akan diam untuk mendapatkan referensi yang bagus.

Anggota tim SDM biasanya merupakan salah satu pilihan terbaik untuk mewawancarai seseorang. Sebab, mereka lebih bisa fokus pada masalah dan keluhan atau saran untuk perusahaan secara keseluruhan. Beberapa perusahaan memilih untuk menggunakan konsultan eksternal untuk melakukan sebuah wawancara berhenti kerja. Mereka yang mengundurkan diri mungkin akan merasa lebih nyaman ketika berbicara dengan orang luar yang tidak memihak. Namun sebenarnya cara ini juga bisa tampak tidak personal dan terkesan dingin.

Putuskan Apa yang Akan Ditanyakan

Sebelum memulai wawancara, persiapkanlah sejumlah pertanyaan yang ingin Anda tanyakan. Meskipun Anda tidak ingin membuat agar pertanyaan tersebut terlihat ditulis, namun Anda harus memastikan untuk membahas topik-topik yang penting sebelum karyawan tersebut meninggalkan kantor. Jangan lupa untuk berjanji akan kerahasiaan tentang apa yang dibicarakan dan cobalah untuk menjaga nada santai serta ramah untuk membiarkan percakapan mengalir. Berikut ini beberapa pertanyaan ketika wawancara berhenti kerja yang bisa Anda pertimbangkan:

  1. Tolong jelaskan perasaan umum Anda tentang bekerja di sini. Jika memungkinkan, beri tahu kami apa yang menyebabkan Anda pergi.
  2. Apa yang paling Anda nikmati dari bekerja di tempat ini?
  3. Jika Anda dapat mengubah tiga hal, apakah itu?
  4. Bagaimana Anda merasa diperlakukan oleh atasan dan rekan kerja Anda?
  5. Seberapa baik Anda percaya bahwa pekerjaan Anda diakui dan dihargai?
  6. Apakah Anda merasa telah diberikan pelatihan dan bantuan yang memadai?
  7. Apakah ada hal-hal yang Anda harap Anda ketahui sebelumnya?
  8. Apakah Anda pikir pekerjaan Anda selaras dengan tujuan pribadi Anda?
  9. Apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan perusahaan ini tempat yang lebih baik untuk bekerja?

Putuskan Apa yang Tidak Boleh Ditanyakan

Ketika melakukan sebuah wawancara, Anda perlu memperhatikan agar tidak memberikan pertanyaan yang dinilai terlalu rumit untuk dijawab oleh karyawan yang berniat mengundurkan diri. Berikut ini beberapa daftar pertanyaan yang tidak boleh Anda tanyakan ketika melakukan wawancara berhenti kerja:

  1. Apakah Anda bersedia mempertimbangkan kembali dan tetap tinggal? Bisakah kami melakukan apa saja untuk membuat Anda tetap tinggal?

Jenis wawancara ini tidak dilakukan untuk meminta agar karyawan dapat mempertimbangkan kembali keputusan pengunduran diri mereka. Namun wawancara ini bertujuan untuk mempelajari perspektif mereka terhadap perusahaan.

  1. Mengapa Anda tidak suka bekerja di sini?

Ketika seorang karyawan memutuskan untuk berhenti, maka Anda mungkin akan merasa terkejut, terluka, marah atau bahkan lega. Akan tetapi demi citra perusahaan, Anda tidak bisa selalu tepat untuk membuat mereka sadar akan emosi ini.

Pertanyaan alternatif yang lebih baik adalah: “Apa hal khusus yang akan Anda ubah tentang pekerjaan ini?”

  1. Apa hal terburuk yang harus Anda kerjakan?

Terlalu banyak hal negatif yang dibahas dalam wawancara akan membuat atmosfer terasa semakin buruk dan mungkin membuat karyawan Anda berlari ke pintu keluar lebih cepat. Sebaiknya, ajukanlah pertanyaan tentang praktik yang baik dan hal-hal positif.

  1. Apakah Anda pikir ada orang lain yang harus pergi selain Anda?

Meskipun Anda tidak ingin mendapatkan feedback tentang hubungan manajemen dengan karyawan, Anda tetap tidak boleh membiarkan segalanya menjadi terlalu pribadi. Jika mantan karyawan Anda memiliki pengalaman yang buruk atau keluhan yang ingin diungkapkan, maka berilah mereka ruang untuk mengungkapkannya. Namun, Anda tetap harus menghindari pertanyaan yang ditargetkan pada satu orang atau masalah tertentu.

Itulah beberapa panduan utama untuk melakukan wawancara yang efektif ketika karyawan memutuskan untuk berhenti bekerja. Urbanhire merupakan sebuah SaaS Company yang menyediakan Recruitment Platform. Fitur-fitur yang tersedia membuat perekrut dengan mudah mendapatkan kandidat berkualifikasi dengan waktu yang singkat.