Urbanhire Jobseeker

Pentingnya Tim Perekrutan yang Kolaboratif pada Proses Rekrutmen

1

Oct 2018

Blog

Kerjasama tim merupakan kunci penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Bayangkan ketika Anda harus melakukan segala pekerjaan sendiri, tentunya terasa berat, bukan? Maka dari itu, berkolaborasi dalam tim artinya berbagi beban sama rata sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Ketika dilakukan bersama, maka hasilnya akan lebih maksimal dan lebih cepat selesai.

Kerjasama tim seperti ini juga berlaku pada proses rekrutmen. Mencari kandidat baru untuk sebuah posisi di perusahaan tidak harus dilakukan oleh manajer HR sendirian saja. Perlu ada tim perekrutan yang kolaboratif agar terdapat lebih banyak masukan dan evaluasi yang mendalam. Dengan begitu, perusahaan benar-benar bisa mendapatkan kandidat baru yang memang tepat di posisinya.

Kunci Sukses Proses Rekrutmen: Kolaborasi Tim

Ada tagline yang berbunyi: “Find out what happens when the group meets” atau artinya lihatlah apa yang akan terjadi ketika sebuah tim bertemu. Tagline ini menggambarkan mengenai kekuatan kolaborasi. Jika dilakukan bersama-sama, maka hasilnya akan lebih baik. Tidak heran jika lingkungan kerja belakangan ini lebih berfokus pada pendekatan berorientasi tim.

Sayangnya, ada beberapa perusahaan yang mengalami kerjasama tim yang kurang baik dalam proses rekrutmen. Sebut saja hubungan antara departemen pengelolaan kandidat (talent acquisition department) dengan manajer perekrutan (hiring manager) yang sering terasa kaku. Terkadang kedua pihak memiliki tujuan yang berbeda, bahkan melaksanakan proses perekrutan yang berbeda. Di beberapa perusahaan, kedua pihak ini bisa sangat jarang berkomunikasi satu sama lain. Mereka mungkin hanya sekedar memberikan pemberitahuan singkat mengenai proses yang hendak dilaksanakan dan siapa saja kandidat yang terdaftar.

Padahal, jika kedua pihak tersebut bisa bekerjasama secara kolaboratif, maka keduanya bisa membuat proses rekrutmen lebih sukses dan menghasilkan kandidat baru yang lebih baik.

Manfaat Kolaborasi Tim dalam Proses Rekrutmen

Seperti disebutkan di atas, kunci sukses dari proses rekrutmen adalah kolaborasi tim. Lewat kolaborasi tim yang aktif, maka ada beberapa manfaat yang bisa dicapai meliputi:

  1. Lebih banyak perspektif baru yang masuk

Ketika kedua belah pihak berkolaborasi, maka dapat menurunkan resiko merekrut karyawan baru yang tidak tepat. Dengan bekerjasama, akan banyak persepektif beragam yang masuk mengenai posisi yang dicari, bagaimana ciri kandidat potensial yang diharapkan, serta masalah apa yang mungkin muncul di masa depan. Hal ini membantu menemukan kandidat baru yang lebih tepat yang bisa cocok dengan budaya tim di perusahaan. Jadi, bisa dikatakan bahwa perekrutan yang kolaboratif bisa menentukan kualitas karyawan yang baru.

  1. Membangun “talent pools” yang lebih baik

Manajer perekrutan merupakan seseorang yang telah bekerja selama beberapa tahun. Tidak heran jika seorang manajer pasti memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih luas. Selain itu, manajer juga kenal banyak orang di industri yang dijalaninya. Jadi, departemen manajemen HR seharusnya lebih sering berkonsultasi dengan manajer perekrutan. Dari sinilah nantinya dapat tercipta istilah “talent pools” dimana departemen bisa mencari tahu dimana mereka bisa mendapatkan pertimbangan kandidat baru yang lebih tepat lewat koneksi dari manajer tersebut.

  1. Deskripsi pekerjaan jadi lebih menarik

Manajer perekrutan tahu skill dan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk posisi yang tengah dibuka tersebut. Setelah itu, para ahli di departemen pengelolaan HR dapat melengkapi skill-skill utama yang dibutuhkan sesuai saran dari manajer. Dengan begitu, perusahaan bisa menciptakan deskripsi pekerjaan yang lebih realistis dan sesuai target. Deskripsi seperti ini bisa lebih menarik perhatian para kandidat baru untuk lebih mudah menemukan posisi yang sesuai dengan skill mereka.

  1. Penyaringan kandidat menjadi lebih efektif

Agar proses rekrutmen berjalan sukses, maka proses wawancara perlu dilakukan secara kolaboratif. Wawancara tidak harus dilakukan secara langsung dengan melibatkan manajer perekrutan sejak awal. Anda bisa memanfaatkan teknologi lewat wawancara online. Dengan cara ini, proses wawancara menjadi lebih mudah dan efisien. Selain itu, perekrut juga tetap bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan sebelum nantinya wawancara dilanjutkan pada manajer.

  1. Proses transisi menjadi lebih lancar

Setiap calon kandidat yang ingin mendaftar pekerjaan, mereka pasti punya ekspektasi tertentu terhadap pekerjaan tersebut. Biasanya, ekspektasi ini diatur oleh departemen pengelolaan HR. Tetapi, departemen justru terkadang tidak membingkai peran dan ekspektasi di dalamnya dengan baik. Hal ini bisa mengakibatkan para kandidat merasa bahwa ekspektasi tidak sesuai sehingga mereka melepas pekerjaan tersebut.

Nah, di sinilah pentingnya berkolaborasi dengan manajer perekrutan. Manajer lebih memahami posisi yang dibuka dibandingkan para perekrut. Ia bisa membantu para kandidat untuk menetapkan ekspektasi yang lebih realistis. Apabila ekspektasi yang diberikan lebih realistis, maka perusahaan bisa lebih mudah menarik perhatian para kandidat yang ingin berjuang untuk posisi tersebut. Selanjutnya, manajer bisa mendorong transisi dari proses perekrutan yang lebih lancar, mulai menduduki posisi, hingga mengatur pengalaman kerja yang lebih baik bagi para kandidat. Dengan begitu, ketika para kandidat sudah menduduki posisi, kemungkinan mereka mengundurkan diri lebih kecil.

  1. Menciptakan budaya yang positif

Kesuksesan kolaborasi tim perekrutan akan menciptakan budaya yang positif di perusahaan. Hal ini mendorong terciptakan kesatuan antar pihak. Tercipta budaya saling memberi masukan, transparansi, dan membuat setiap orang merasa dihargai. Jika anggota tim punya masukan, mereka akan merasa senang jika didengarkan. Jika bisa tercipta budaya kerja yang positif seperti ini, maka perusahaan pasti bisa berjalan dengan lancar.

Bekerja di perusahaan berarti tidak bisa lepas dari yang namanya kerjasama tim. Hal ini juga berlaku pada proses perekrutan. Jika manajer perekrutan dan departemen pengelolaan HR dapat berkolaborasi, maka semua manfaat di atas bisa dirasakan. Kabar baiknya, Urbanhire memiliki fitur “Hiring Team” dimana para perekrut dapat melakukan collaborative team hiring dengan sesama perekrut maupun pihak lain diluar departemen rekrutmen.