Urbanhire Jobseeker

Permasalahan Dan Menangani Culture Fit

6

Mar 2020

Urbanhire – Apa yang Anda pikirkan tentang culture fit Anda? Sebelum mulai, budaya perusahaan sangatlah penting untuk penyelarasan organisasi. Budaya perusahaan merupakan perekat yang menyatukan bisnis. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa penilaian kandidat tidak hanya keterampilan, tetapi juga kesesuaian dengan budaya perusahaan, itulah gambaran besar tentang culture fit.

Kenapa Merekrut Dengan Culture Fit Sangat Penting

Perusahaan yang mampu menarik, memilih, dan mempertahankan talenta tahu betul bahwa akuisisi talenta bukanlah sesuatu yang dapat diinvestasikan dengan cara setengah-setengah. Jika ada kesalahan dalam proses perekrutan, Anda pasti harus mengulangi proses perekrutan dan mencari kandidat lagi, yang berarti hal ini akan mengeluarkan lebih banyak biaya lagi. Untuk memaksimalkan pengembalian investasi dari usaha Anda, perusahaan harus memprioritaskan retensi karyawan.

Untuk menghindari tingkat turnover karyawan baru yang tinggi, salah satu hal paling penting yang dapat dilakukan perusahaan adalah memiliki nilai-nilai yang terdefinisi dengan baik dan berkaitan dengan tujuan organisasi secara keseluruhan serta secara langsung mempengaruhi pikiran, tindakan, dan perilaku semua orang di perusahaan.

Nilai-nilai ini harus dikomunikasikan dengan secara jelas pada setiap kandidat, baik melalui employer branding yang dibuat dengan baik atau selama proses wawancara. Representasi nilai-nilai dan budaya perusahaan secara keseluruhan dapat mencegah kesalahpahaman saat melakukan proses perekrutan. Tidak lain bahwa tujuan dari merepresentasikan budaya perusahaan adalah untuk menyelaraskan karyawan dengan nilai-nilai atau budaya sebuah perusahaan.

Apa Dampak Menerapkan Culture Fit Secara Subjektif?

Sebenarnya konsep seperti budaya, nilai-nilai, dan moral semuanya sangatlah subyektif. Untuk itu, tidak mungkin membuat penilaian atau pengukuran berdasarkan konsep ini yang adil untuk para kandidat. Ini menjadi sangat problematis jika tim perekrut mengembangkan alat penilaian untuk mencocokan budaya yang didasarkan pada ciri-ciri kepribadian dan preferensi individu. Jika Anda tetap menjalankan penilaian dengan cara tersebut akan membuat perusahaan Anda menjadi seragam atau monokultur.

Membuat Culture Fit Lebih Terukur

Salah satu cara untuk membuat penilaian culture fit lebih objektif adalah dengan memperkenalkan proses yang lebih terstruktur saat wawancara. Cara ini akan membantu mendapatkan tanggapan, mengurangi bias, dan meningkatkan pengalaman kandidat.

Wawancara terstruktur dikembangkan untuk setiap peran seperti tes standar, pewawancara menggunakan beberapa pertanyaan yang sama dalam semua wawancara dan menggunakan kriteria yang sama untuk menilai tanggapan kandidat. Sistem penilaian terstruktur dapat menstandarkan proses seleksi. Dalam format ini, semua kandidat dilihat dengan standar yang sama, bagaimana mereka menanggapi gaya atau pertanyaan pewawancara. Terakhir, pertanyaan yang terstruktur membuat jawaban kandidat yang berbeda lebih dapat dievaluasi dan lebih dapat dibandingkan.

Masih terkait culture fit, dalam topik rekrutmen, ada dua hal yang memiliki kaitan erat satu sama lain sekaligus menjadi komponen penting dalam proses hiring tersebut : culture fit atau culture add. Apa sebenarnya pengertian dari kedua hal tersebut, seperti apa perbandingan serta keuntungan dan kerugian dalam penerapannya untuk proses rekrutmen karyawan? Melalui artikel “Merekrut untuk Culture Add Atau Fit?” Anda akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Rekrut calon karyawan terbaik Anda melalui Urbanhire, sebuah plarform perekrutan dengan Applicant Tracking System (ATS). Klasifikasikan kandidat yang memiliki culture fit atau culture add pada perusahaan Anda, gunakan fitur Pre-Assessment Questions Urbanhire untuk menemukan kandidat yang sesuai dengan lowongan yang tersedia.