Urbanhire Jobseeker

Rekrut Pegawai Terbaik Lewat 9 Cara

6

Sep 2016

Sebuah perusahaan yang baik diawali dengan merekrut pegawai. Ini pun bukan cara yang mudah karena Anda harus mencari kandidat terbaik dari sekian banyak yang melamar. Untuk menghemat waktu Anda dan mempermudah pekerjaan Anda dalam merekrut pegawai, Business News Daily telah merangkum sembilan poin penting yang dapat Anda lakukan.

Menulis Deskripsi Pekerjaan dengan Baik

Lupakan menulis daftar panjang mengenai syarat-syarat yang harus dimiliki untuk mengisi lowongan pekerjaan di kantor Anda (Demands-Abilities). Coba ganti dengan daftar mengenai apa yang perusahaan Anda dapat lakukan untuk calon karyawannya (Need-Supplies) seperti ‘Anda memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan orang-orang yang berpengalaman’. Seperti studi yang diberitakan oleh Wall Street Journal, lowongan dengan deskripsi Need-Supplies, lebih banyak orang yang melamar ke pengumuman lowongan pekerjaan dibanding Demands-Abilities.

Ikuti Tren Digital & Media Sosial

Kedua hal tersebut bukan untuk urusan sosial saja, tetapi telah masuk ke wilayah karir. Misalnya saja memasang lowongan kerja di Urbanhire.com. Menurut hasil survei dari Pew Research di tahun 2015, hampir 30 persen orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan smartphone untuk mencari pekerjaan. Dari angka tersebut 50 persen di antaranya melamar pekerjaan dan 23 persennya membuat CV.

Fokus pada Soft Skills

Keahlian seseorang bisa diasah, tetapi kepribadian belum tentu. Pada saat wawancara mungkin Anda harus memperhatikan para pelamar dengan soft skill yang menjadi nilai tambah. Misalnya saja keahlian berkomunikasi, interpersonal dan mengendalikan emosi.

Cek Profil Media Sosial

‘Media sosial dapat menjadi penilaian kemampuan pelamar kerja, terutama jika mereka mempunyai blog pribadi atau portfolio kerja, kata Aliah Wright, Manajer dari Society for Human Resource Management. Anda pun juga dapat mengecek profil LinkedIn, Twitter maupun Instagram untuk melihat latar belakang ataupun kepribadian dia.

Cocokkan dengan Kepribadian

Pastikan orang yang Anda pilih sesuai dengan pekerjaannya dan juga budaya di kantor Anda. Misalnya saja orang yang memiliki rasa empati lebih cocok bekerja sebagai pekerja sosial dibanding programer computer. Mengenai kepribadian bisa Anda lihat di media sosial dan juga saat wawancara.

Perbaiki Gaya Wawancara

Ternyata banyaknya kandidat yang gagal salah satu penyebabnya ada pada saat proses wawancara, atau dalam hal ini sang pewawancara. Seringkali mereka terlalu fokus pada satu isu saja, terlalu terburu-buru dan kurang percaya diri pada kemampuannya mewawancarai pelamar kerja. Maka dari itu, saat wawancara pastikan Anda juga melihat faktor-faktor lain seperti soft skill.

Tanya Pertanyaan yang Tepat

Ingat dengan poin soft skill? Nah, salah satu cara mengetahuinya lewat wawancara adalah dengan melemparkan pertanyaan-pertanyaan tertentu. Misalnya saat Anda ingin tahu apakah ia adalah seorang yang egois atau bukan. Coba tanyakan mengenai alasan ia keluar dari kantor sebelumnya, apakah ia menyalahkan orang lain atau tidak.

Biarkan Kandidat Wawancara Balik

Siap-siap Anda juga akan ditanyakan oleh para kandidat. Hal ini bukan lancang tetapi dapat memperlihatkan seberapa besar keinginan ia untuk bekerja di kantor Anda. Cobalah jawab sejujur mungkin, agar mereka mendapatkan penjelesan sesuai dengan kenyataan. Hal ini akan memudahkan Anda memimilih kandidat terbaik.

Jaga Terus ‘Nama’ Perusahaan Anda

Sebelum melemar ke sebuah kantor, para pelamar biasanya melakukan riset dulu, mulai dari informasi mengenai perusahaan, perkiraan gaji sampai pendapat dari para bekas karyawan dan yang masih bekerja. Menurut data dari Glassdoor, 69 persen pencari kerja tidak akan melamar ke perusahaan dengan reputasi jelek. Salah satu cara membuat perusahaan Anda terlihat positif adalah dengan rajin memperbaharui profil perusahaan, rajin membalas pertanyaan dan memberikan informasi mengenai aktivitas di dalamnya.