Urbanhire Jobseeker

Strategi Rekrutmen pada Candidate Relationship Management

23

Aug 2019

Blog

Urbanhire – Hampir setiap perusahaan mengadakan sistem seleksi dalam rekrutmen anggota baru. Dalam proses rekrutmen ini perusahaan memiliki tim khusus yang bertugas menyeleksi setiap pelamar dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pada umumnya tim tersebut disebut dengan HRD atau Human Resource Development. Namun, beberapa perusahaan dalam proses rekrutmennya dipegang langsung oleh pimpinannya. Bagaimana cara meningkatkan strategi rekrutmen pada Candidate Relationship Management?

Saat ini, proses rekrutmen tidak hanya secara offline dengan penyebaran selebaran informasi di tempat-tempat publik, seperti papan pengumuman, koran, brosur dan sebagainya. Tetapi sudah merambah ke dunia online, seperti sosial media hingga platform khusus untuk menjaring job seekers atau para pencari kerja. Hal tersebut menyesuaikan pada posisi yang sedang dibuka dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sistem rekrutmen modern melalui media online biasanya diperuntukkan untuk job seekers dengan background studi minimal SMA/sederajat. Hal ini berdasarkan kemampuan seorang lulusan dalam mengakses internet. Namun, beberapa lowongan di bawahnya juga banyak yang disebarkan melalui media online. 

Terkadang muncul suatu kasus dimana metode rekrutmen melalui platform online atau aplikasi tidak menghasilkan kandidat yang mumpuni. Kebanyakan justru merasa kecewa setelah memasukkan aplikasinya ke dalam media tersebut dan tidak mendapatkan konfirmasi dari perusahaan terkait. Bagaimanakah perusahaan menanggapi hal ini? Akankah akan tetap bertahan dengan rekrutmen modern secara online? Ataukah kembali pada proses rekrutmen secara offline?

Pentingnya Pengelolaan Brand Perusahaan

Media online memang terbuka lebar dan dapat diakses oleh semua orang di berbagai lokasi, asalkan memperoleh sinyal internet yang memadai. Sehingga tak mengherankan bahwa rekrutmen online mampu mendatangkan puluhan hingga ribuan pelamar dari berbagai penjuru.

Namun, tidak semua orang memutuskan untuk mencari dan melamar pekerjaan secara online. Terkadang mereka lebih memilih cara alternatif dengan mendatangi langsung kantor dari perusahaan terkait. Hal ini karena persepsi pelamar yang menganggap bahwa rekrutmen secara offline lebih menjanjikan ketimbang rekrutmen online.

Perusahaan dalam hal ini mengambil tindak lanjut untuk mengembangkan platform atau aplikasi rekrutmen online agar mampu menarik hati pelamar yang qualified dengan perusahaan. Beberapa ide yang dapat diterapkan antara lain menghubungkan informasi lowongan pekerjaan yang terdapat pada platform atau aplikasi dengan sosial media, seperti facebook, instagram, twitter dan sebagainya. Kemudian memperluas penyebaran informasi dengan melibatkan karyawan atau sumber daya manusia yang telah bergabung pada perusahaan. Dan hal yang lebih utama daripada itu semua ialah mengelola brand perusahaan sedemikian rupa agar mampu menarik minat para pencari kerja.

Sinergi Antara Tim Rekrutmen dan Perusahaan 

Saat memasukkan info lowongan pekerjaan ke dalam platform atau dalam hal ini disebut sebagai recruiters, tentu ada informasi penting yang memang seharusnya ditampilkan oleh perusahaan. Di antaranya ialah nama posisi, job desk (tugas), kualifikasi atau persyaratan, gaji, jam kerja, fasilitas, budaya perusahaan dan lain sebagainya. Semua informasi tersebut menjadi bentuk interaksi tidak langsung antara perusahaan dengan kandidat pelamar. Sehingga sangat penting untuk ditampilkan. 

Namun di samping itu, ternyata pelamar juga membutuhkan interaksi lain dari perusahaan untuk memastikan minat dan pelamarannya sesuai dengan perusahaan. Dalam hal ini diwakilkan oleh tim recruiters untuk menjawab pertanyaan di luar deskripsi yang telah dimasukkan ke dalam situsnya, memberikan notifikasi apabila pelamar berhasil mengirim lamarannya, masuk ke dalam seleksi selanjutnya hingga pada proses akhir yaitu penerimaan atau penolakan. Notifikasi tersebut biasanya dihubungkan melalui email.

Oleh karena itu, harus ada sinergi atau persepsi yang sama antara recruiters dengan perusahaan. Sehingga nantinya tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada kecewanya perusahaan karena memperoleh kandidat di luar kualifikasi atau pun sebaliknya, recruiters dinilai tidak kredibel karena tidak ada komunikasi yang detail dari perusahaan. 

Menjaga Hubungan Perusahaan dengan Calon Pelamar

Setiap tahapan seleksi rekrutmen suatu perusahaan, pasti ada calon pelamar yang gagal memasuki tahap selanjutnya. Baik itu dari tahap administrasi, wawancara pertama, wawancara kedua atau seterusnya. Namun gagal dalam seleksi, apalagi jika seleksi wawancara bukan berarti menunjukkan bahwa calon pelamar tersebut tidak berkualitas untuk direkrut. Sebab mereka yang telah lolos pun tidak serta-merta menjadi yang terbaik. Ada kalanya, mereka sewaktu-waktu mengajukan pengunduran diri terhadap perusahaan lantaran beragam alasan. Oleh sebab itu, di sinilah pentingnya pengelolaan Candidate Relationship Management yakni perlu adanya menjaga hubungan yang baik antar perusahaan dengan calon pelamar.

Hubungan baik yang seperti apa?

Tim rekrutmen internal perusahaan Anda diharapkan tidak langsung menghapus file atau berkas lamaran dari calon pelamar yang gagal. Kemudian berikan pada mereka keyakinan akan kesempatan lain dari perusahaan Anda jika sewaktu-waktu mereka dapat dibutuhkan. Sehingga akan timbul kesan yang baik dalam diri mereka bahwa perusahaan Andalah satu-satunya yang terbaik untuk dipertimbangkan. Meskipun mereka (para calon pelamar) pernah gagal pada seleksi sebelumnya.

Buatlah Sistem Rekrutmen yang Berkredibilitas

Setiap perusahaan tentu menginginkan kandidat terbaik dan bertalenta untuk bergabung pada perusahaannya. Hal ini tentunya membutuhkan serangkaian proses dan sumber daya yang berkredibilitas. Maka, diperlukan serangkaian pelatihan bagi tim rekrutmen sebelum menyeleksi calon pelamar dalam proses rekrutmen yang akan datang. Tim rekrutmen ini harus mampu menjadi wakil dari jantung hati perusahaan.

Selain itu, tak ada salahnya bila perusahaan juga mengadakan rekrutmen eksternal melalui platform atau recruiters untuk menjaring calon pelamar. Namun, konsepnya tetap disesuaikan dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting adanya pengelolaan Candidate Relationship Management yang berkredibilitas oleh perusahaan, tim rekrutmen internal maupun eksternal. 

Urbanhire adalah platform yang menggunakan Applicant Tracking System (ATS) yang menjadikan proses perekrutan di perusahaan Anda menjadi lebih mudah dan efisien.