Urbanhire Jobseeker

Tips Merekrut Remote Employees

30

Aug 2019

UrbanhireRemote employees atau pegawai luar—tepatnya yang tidak berdinas setiap hari di kantor, merupakan sebuah tren hiring karyawan saat ini. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa perusahaan berpikir untuk mempekerjakan seseorang tanpa mewajibkannya datang ke kantor secara rutin. Begitu pula cara perekrutan dengan sistem kerja demikian dan seperti apa memperlakukan mereka?

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Pegawai Remote?

Ada banyak sekali alasan mengapa sebuah badan usaha memilih untuk memiliki pegawai remote dalam jumlah besar sekaligus meminimalisir pegawai di kantor. Apa saja latar belakang keputusan besar tersebut?

  1. Semakin minimal jumlah office staff, maka biaya operasional untuk kantor dapat dihemat dalam jumlah yang cukup fantastis. Biaya penyediaan fasilitas, transportasi, dan akomodasi untuk karyawan kantor dikenal memakan anggaran yang besar. Sehingga, dana tersebut kemudian dapat dialihkan untuk keperluan yang lebih darurat seperti operasional hingga ekspansi bisnis.
  2. Jangkauan pegawai tidak terbatas berdomisili sekitar perusahaan, tetapi bisa di luar kota bahkan mancanegara, mengingat pegawai tidak perlu datang setiap hari ke kantor.
  3. Keharmonisan antara employer dengan employees lebih harmonis karena dengan staf yang berstatus sebagai pegawai remote, otomatis employer akan sering berkomunikasi secara pribadi.
  4. Perseteruan akibat perbedaan pendapat antar banyak kubu sebagaimana acap terjadi di lingkungan kantor dapat diminimalisir.
  5. Target perusahaan relatif lebih cepat tercapai karena setiap pegawai remote sudah mendapatkan tugas masing-masing dengan proporsi yang pas.
  6. Beban kerja yang menjadi masalah serius bagi pada karyawan kantoran dapat dihindari melalui sistem pegawai remote.

Keuntungan memiliki remote employees di atas sangat menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki dana operasional terbatas. Terutama perusahaan rintisan atau start up. Sayangnya, teknis kerja seperti itu masih sulit diterapkan pada korporasi besar yang terlanjur menerapkan sistem kerja tradisional. Di mana kemudian mereka menyiasati dengan mendirikan anak perusahaan bersistem rekruitmen remote.

Tips Merekrut Pegawai Remote

Mengingat bahwa jangkauan karyawan remote sangat luas, proses hiring tentu tidak dilakukan secara konvensional ; pengajuan aplikasi, tes, interview, training, dan tanda tangan kontrak kerja. Kamu harus menjalankan metode hiring yang berbeda, mulai dari persyaratan hingga seleksi. Lalu, bagaimana langkah rekruitmen pegawai remote yang tepat?

  1. Tentukan persyaratan sesuai standarisasi rekruitmen pada umumnya: surat lamaran, CV, salinan kartu identitas, dan sertifikat atau penghargaan jika punya. Untuk ijazah, keputusannya opsional. Employer bisa mencantumkan atau tidak, menilik dari penting atau tidaknya latar belakang pendidikan dalam pekerjaan remote tersebut. Beri instruksi mengirim lewat surat elektronik (e-mail).
  2. Gunakan bantuan aplikasi atau website hiring untuk mendapatkan calon terbaik. Anda bisa memanfaatkan aplikasi rekruitmen untuk menganalisa kelayakan calon. Aplikasi seperti ini bisa didapatkan di internet dan memiliki hasil yang akurasinya tidak perlu diragukan. Sedangkan website hiring dapat digunakan untuk melihat jangkauan koneksi dari pelamar melalui gelaran polling.
  3. Melalui hasil analisa aplikasi maupun polling situs, Anda bisa melakukan proses eliminasi calon remote employees yang memiliki skor rendah. Terus lakukan hingga mendapatkan kandidat terbaik.
  4. Setelah mendapatkan hasil dari tahap eliminasi, lakukan interview. Bagaimana bisa bila calon pegawai berada di lokasi yang jauh dari tempat kamu berada? Tentunya hal tersebut dapat teratasi dengan memanfaatkan teknologi. Anda bisa melakukan wawancara pegawai melalui video call. Anda bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dan mengambil keputusan akhir.
  5. Setelah yakin bahwa kandidat itu layak, maka training online. Jelaskan tentang detail perusahaan, termasuk aturan, nilai-nilai, dan tujuan. Tanamkan bahwa pegawai remote bukan berarti tidak terikat kode etik profesi sama sekali dengan pihak employer.
  6. Beri tugas-tugas yang sesuai dengan job deskripsinya. Tentukan tenggat secara tegas agar pegawai remote tidak meremehkan employer.
  7. Pastikan mereka terkontrol dan terawasi setiap progresnya selama masa training. Jika memang mereka pantas, pertahankan dengan mengangkatnya sebagai pegawai resmi. Buat kontrak atau surat penyataan yang menjamin hak dan kewajiban masing-masing pihak secara legal. Tidak perlu dikirim ke alamat, surat tersebut bisa di-scanning.

Tahapan-tahapan di atas meski tampak sederhana, namun sangat efektif untuk mendapatkan bibit unggul pegawai remote.

Bagaimana Memperlakukan Karyawan Remote?

Tidak dapat disangkal bahwa meskipun ada perjanjian hitam di atas putih, namun sistem kerja remote employees berisiko tinggi. Tidak hanya pegawai yang bisa sewaktu-waktu berhenti, begitu pula dengan employer. Karena tidak bertemu muka—semua proses dilakukan secara online, maka bila salah satu ingkar terhadap klausul perjanjian akan merugikan pihak lainnya.

Untuk itu, sebagai employer, harus berusaha semaksimal mungkin menjalin keharmonisan dengan pegawai remote. Namun tidak asal harmonis dengan membiarkan karyawan bekerja sesuka hati mereka. Melainkan menjalin hubungan profesional yang bersifat simbiosis mutualisme; target employer tercapai dan bisnis berkembang dan semua kebutuhan Employees pun terakomodasi.

Mungkinkah hal semacam itu dapat terjadi? Jawabannya, sangat mungkin. Ada beberapa cara untuk membangun hubungan baik antar employeremployees remote :

  • Libatkan pegawai remote dalam pengambilan keputusan yang bersifat penting untuk perusahaan sehingga mempunyai rasa memiliki dan loyalitas pada perusahaan karena mereka pun dianggap ada.
  • Berikan gaji tepat waktu dan jangan ragu memberikan insentif karena kedua hal itu sangat berharga bagi karyawan. Terutama pegawai remote yang sering kali merasa insecure perihal kepastian pembayaran gaji.
  • Tampung ide-ide pegawai remote dan diskusikan secara terbuka mengenai pros dan cons untuk perusahaan.

Cukup melakukan ketiga hal di atas pada remote employees akan membuat mereka merasa diapresiasi dan memang bagian dari perusahaan.

Melalui Urbanhire, Anda dapat merekrut kandidat terbaik dan berkualitas untuk perusahaan Anda melalui fitur Pre-Assessment Questions Urbanhire