Tren pada Pemetaan Employee Journey

| employer-resources

by Urbanhire

Urbanhire – Karyawan yang bahagia pada dasarnya mencerminkan manajemen suatu perusahaan, bahkan mencerminkan kualitas pekerja yang dihasilkan. Lantas bagaimana cara sebuah perusahaan dapat mewujudkan lingkungan kerja yang produktif dan baik bagi pekerjaannya? Jangan khawatir, ada pendekataan yang dapat dilakukan pihak HRD. Salah satunya dengan melakukan pemetaan yang lebih dikenal sebagai Employee Journey. Employee journey sendiri merupakan pengalaman kerja yang dirasakan oleh karyawan saat bekerja disuatu perusahaan. Pemetaan Employee journey merupakan pemetaan manajemen suatu perusahaan yang dilakukan oleh HRD demi membangun lingkungan perusahaaan/kerja yang nyaman dan produktif bagi karyawan maupun atasannya.

Layaknya pemetaan yang dilakukan tim sales and marketing, pemetaan employee journey pada dasarnya memiliki konsep yang sama. Sama-sama memiliki tujuan untuk menghasilkan sebuah pengalaman terbaik bagi orang-orang yang menjadi target dari pemetaan tersebut. Alih-alih menargetkan konsumen, pemetaan employee journey lebih berfokus pada pengembangan kemampuan maupun potensial karyawan perusahaan agar hasil kerja maupun performa karyawan yang bekerja diperusahaan dapat dikerahkan secara maksimal. Berikut ini kami akan membahas kenapa “Employee Journey” sangat diperlukan disuatu perusahaan dan memiliki andil besar terhadap kualitas pekerjaan karyawan.

1. Employee journey merefleksikan image suatu perusahaan

Pada dasarnya pengalaman suatu karyawan disuatu perusahaan mencerminkan keseluruhan image maupun manajemen sebuah perusahaan. Contohnya ketika kamu merupakan seorang karyawan baru diperusahaan tentunya kamu akan mengalami beberapa hal yang baru. Jika perusahaan mu cukup baik dan tepat waktu dalam menyiapkan hal-hal yang kamu perlukan saat kamu baru masuk kerja (kartu tanda pengenal karyawan, meja kerja, memberi tahu mu SOP yang jelas sebelum memulai pekerjaanmu, dan hal lainya yang kamu butuhkan saat bekerja) berarti mapping yang dilakukan tim HRD perusahaan tersebut sudah sangat baik. Apabila masih ada masalah teknis dan hal-hal yang kamu lakukan tidak sesuai dengan kontrak yang Anda tanda tangani, berarti mapping yang HRD tim buat masih belum maksimal.

Mapping dari “Employee Journey” sendiri bisa di petakan mulai dari pertama kali HRD melakukan interview atau pemilihan karyawan baru sampai dengan kegiatan produktif lainya termasuk rekonstruksi posisi di perusahaan yang mungkin tergantung bagaimana cara tim HRD mengurusnya, dapat mencerminkan lingkungan kerja perusahaan tersebut. Maka dari itu pemetaan sangatlah penting demi menghasilkan karyawan yang baik juga memaksimalkan kinerja maupun potensi dari sumber daya manusia yang ada.

2. Employee journey dapat menjadi masukan untuk memajukan perusahaan

Banyak orang yang berpikir bahwa employee journey hanya menguntungkan pihak karyawan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Pemetaan employee journey ini tidak hanya dibuat semata-mata demi menyenangkan karyawan, tetapi juga demi mengetahui hal-hal yang sekiranya terjadi diperusahaan dan perlu diperbaiki. Bayangkan, jika suatu perusahaan memiliki employee journey atau pengalaman kerja yang karyawan rasakan diperusahaan tersebut tidak menimbulkan kesan positif dan membuat pekerja baru mengundurkan lebih awal atau sering terjadi pengunduran diri berkala, maka jelas ada sesuatu yang tidak beres dengan manajemen perusahaan tersebut. Tim HRD bisa mengatasi hal ini dengan menanyakan alasan mengapa karyawan tersebut mengundurkan diri dalam waktu singkat. Biasanya karyawan yang memutuskan untuk keluar lebih awal dapat mengidentifikasi dan mengekspresikan apa yang salah dan apa yang mereka rasakan saat mereka bekerja.

Untuk tambahan informasi lainya, HRD dapat juga menanyakan kepuasan bekerja karyawan yang bekerja dengan baik selama setahun. Masukan dari karyawan yang bertahan juga merupakan referensi yang baik untuk meningkatkan sistem manajemen perusahaan yang ada. Mengkomunikasikan mengenai pemetaan skill maupun potensi karyawan lainya kepada manajer dan supervisor juga dapat memberikan HRD gambaran yang jelas dalam membuat suatu pemetaan employee journey yang lebih baik.

3. MappingEmployee Journeyyang baik dapat menghasilkan karyawan yang sesuai dengan kultur kerja perusahaan

Percaya atau tidak 86% karyawan meninggalkan pekerjaan mereka setelah 18 bulan bekerja dikarenakan masalah karakter dan tidak bisa beradaptasi dengan kultur kerja yang ada alih-alih dikarenakan kemampuan yang tidak sesuai. Data statistik tersebut jelas memperlihatkan bahwa tidak selamanya HRD memiliki gambaran yang jelas akan karyawan seperti apa yang cocok untuk bekerja diperusahaan. Terkadang HRD  terlalu fokus terhadap pengalaman yang sesuai dengan posisi yang diperlukan tanpa mempertimbangkan kemampuan beradaptasi seseorang berdasarkan pertemuan dengan calon karyawan saat tes berlangsung. Masalah adaptasi dengan kultur kerja sendiri bisa diatasi dengan pemetaan employee journey. Alih-alih mengelompokkan karyawan berdasarkan posisi, gaji maupun performa mereka saat bekerja, HRD bisa mengelompokkan karyawan berdasarkan kebutuhan dan keinginan mereka. Jenis pemikiran ini dapat membantu mengidentifikasi wawasan yang lebih dalam tentang apa yang dinikmati dan ditoleransi karyawan dalam budaya tempat kerja mereka.

Mulailah pemetaan perjalanan karyawan Anda dengan kesan pertama yang kamu berikan kepada karyawan baru. Jika seseorang ingin bekerja untuk perusahaan Anda, apa yang akan mereka temukan? Apakah yang digambarkan di iklan lowongan kerja Anda menggambarkan secara jujur ​​lingkungan kerja Anda? Apakah proses wawancara Anda memperlakukan seorang kandidat dengan cara yang sama seperti bagaimana Anda ingin memperlakukan karyawan Anda? Apa yang memotivasi karyawan Anda, dan apa yang diperlukan untuk menjadi sukses selama lebih dari 18 bulan di perusahaan Anda? Memberikan pengalaman hebat mulai hari pertama dapat membantu mengubah karyawan Anda menjadi advokat terbaik perusahaan Anda.

Nah itu dia tren pada pemetaan employee journey! Apa perusahaan Anda sudah memulai pemetaan employee journey dilingkungan karyawan baru? Jika belum, jangan panik. Anda bisa memulainya hari ini bertahap. Selalu ingat bahwa karyawan yang puas dan bahagia dapat merefleksikan hasil kerja maupun image perusahaan Anda. Maka dari itu, lakukanlah pemetaan pengalaman karyawan yang baik dan jangan lupa selalu  komunikasikan semua hal mengenai pekerjaan secara terbuka demi lancarnya proses pekerjaan yang ada.

Urbanhire adalah perusahaan lokal pertama di Indonesia yang mem-build ATS (Applicant Tracking System) nya sendiri. Dengan menggunakan jasa dari Urbanhire, proses perekrutan karyawan akan sangat terbantu dan menjadi lebih efisien.